Karut Marut Lahan di Batam
Anggota DPD Asal Kepri yang Juga Pengusaha Properti Djasarmen Bicara Soal Mafia Lahan di Batam
Banyaknya lahan tidur di Kota Batam, menurut Djasarmen Purba, anggota DPD yang juga pengusaha propeti, dikarenakan tidak adanya transparansi.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Banyaknya lahan tidur di Kota Batam, menurut Djasarmen Purba, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Kepri yang juga pengusaha propeti, dikarenakan tidak adanya transparansi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Sesuai dengan aturan, BP Batam harus menjalankan sejumlah prosedur sebelum mengalokasikan lahan kepada pengusaha.
"Namun keyataannya selama ini banyak pengusaha yang sudah mendapatkan alokasi lahan tidak melaksanakan apa yang menjadi fungsinya,"kata Djasarmen, Selasa (26/7/2016).
Yang parahnya lagi, tambahnya, selama ini di dalam tubuh BP Batam banyak mafia-mafia lahan yang hanya mengeruk keuntungan tanpa memikirkan kemajuan Batam ke depan.
"Hal itu bisa kita lihat di Batam banyak lahan yang hanya dipagar tanpa ada alokasi yang jelas di dalamnya. Berarti dengan hal ini penerima alokasi lahan hanya menunggu waktu untuk menjual kembali lahan yang sudah dimiliki kepada orang lain,"terangnya.
Djasarmen meminta BP Batam sebagai pemilik lahan di Kota Batam harus tegas kepada penerima alokasi lahan.
"Sebelum mengalokasikan lahan kepada pihak penerima, BP Batam harus selektif melihat apakah lahan yang diberikan sudah memiliki HPL,"terangnya.
Djasarmen juga meminta alokasi lahan harus transparan dan jangan ada yang ditutup-tutupi.
"Sekarang ini sudah jamannya serba online. Bila perlu semua lahan yang sudah dialokasikan dibuka secara transparan kepada publik agar publik mengetahui jenis lokasi dan peruntukan lahan yang sudah dialokasikan,"tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/djasarmen-purba_20160118_181611.jpg)