Satu Setangah Bulan, Demam Berdarah 'Tumbangkan' 20 Orang di Mediterania Batam Center

"Sejak puasa sampai Syawal, sudah satu setengah bulan ada 20-an lebih yang kena DBD,"

Istimewa
Nyamuk penyebab demam berdarah 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam, jumlah penderita DBD sejak Januari hingga Juli 2016 tercatat sebanyak 549 orang. Sebanyak 10 orang diantaranya meninggal dunia karena kasus ini.

"Tahun lalu jumlahnya juga segitu. Prosesnya sama, walaupun ada peningkatan, tapi tidak signifikan," ujarnya.

Selain dari kriteria adanya peningkatan kasus yang signifikan, KLB juga dilihat dari usia penderita.

"Ada ditemukan banyak kasus anak di bawah umur satu tahun meninggal, nggak? Dari data tadi, tak ada yang meninggal di bawah satu tahun. Jadi ini belum KLB," kata Ardi.

Perlu perilaku hidup sehat. Semestinya perilaku 3M plus, dan jumantik (juru pemantau jentik sendiri) harus dibudayakan di setiap rumah-rumah warga. Itu untuk mengurangi penyebaran kasus DBD. Namun di lapangan, masih banyak warga yang mengabaikannya.

"Setiap kami turun memang ada penurunan kasus. DBD ini dapat dicegah dengan melakukan 3M plus, pemberantasan sarang nyamuk, jumantik, pemakaian bubuk Abate. Kalau tak ada tinggal minta di Puskesmas, gratis. Terakhir baru dengan fogging," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan juga akan melakukan fogging massal di yang ditempatkan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Kibing, Sei Binti dan Buliang. Ketiga daerah ini langganan terjangkit DBD dan jumlah penderitanya paling tinggi dibandingkan tempat lain.

"Setelah turun nanti dicek lagi ke masing-masing kelurahan. Di hinterland juga ada yang kena DBD di Bulang, tapi tidak banyak. Yang banyak itu di Kibing, Sei Binti dan Buliang," kata Ardi.

Tiap Bulan Ada Meninggal

Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) menangangi penderita Demam Berdarah (DBD) sejak Januari sampai Juli 2016, sebanyak 256 orang. Sebanyak enam diantaranya meninggal dunia.

Data yang dihimpun Tribun dari Humas RSUD EF Nuraini, bahwa jumlah penderita penyakit DBD dari Januari sampai Maret, turun naik. Sementara dari April sampai Juli penderita DBD terus meningkat.

"Ini disebabkan cuaca yang tidak menentu, ditambah lagi dengan lingkungan yang kurang bersih, yang membuat nyamuk penyebar virus dengue dengan cepat berkembang biak," kata Nuraini.

Data untuk penderita DBB yang ditangani di RSUD EF pada Januari sebanyak 85 orang satu meninggal, Februari sebanyak 75 orang dua meninggal, Maret pasien penderita DBD sebanyak 42 orang satu meninggal dunia.

Sementara untuk April, sebanyak 19 orang pasien DBD dan satu diantara meninggal dunia, Mei sebanyak 6 orang, Juni sebanyak 16 orang, Juli sebanyak 12 orang satu diantaranya meninggal dunia. Total jumlah penderita DBD yang ditangani RSUD EF sebanyak 256 orang.

"Untuk semester pertama tahun 2016 ini jumlah penderita DBD bisa dikatakan meningkat, hal ini dikarenakan cuaca yang sedang mengalami pancaroba,"terang Nuraini.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved