Nelayan Bintan Laporkan Pungli Oknum Aparat di Laut

Kapolres mendapatkan aduan dari perhimpunan nelayan, kalau mereka pernah dihadang oleh oknum aparat di laut dan meminta upeti atau jatah.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto menyatakan, dalam hal aduan masyarakat terkait adanya gangguan aparat terhadap nelayan di laut, institusinya akan melakukan pengecekan ketat terhadap itu.

"Oh tentu, nanti kita akan cek soal itu, kita akan cek anggota mana yang melakukan itu, apakah anggota kita,"ujar Guntur, sapaan Kapolres di Pertemuan Kantibmas bersama tokoh masyarakat di Pujasera Pasar Tani Toapaya, Kamis (4/8/2016).

Sebelumnya, Selasa (2/8/2016) di acara sama di Kijang Bintan Timur, Kapolres mendapatkan aduan dari perhimpunan nelayan, kalau mereka pernah dihadang oleh oknum aparat Polairud di laut dan meminta upeti atau jatah.

"Nelayan bertaruh hidupnya di lautan, jangan lagi dipersulit. Kalau polisi di sini tak bisa tangani, kami akan mengadu ke Mabes Polri atau Polda,"demikian disampaikan ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Bintan, Baini saat tatap muka tersebut.

Nah ditanya kembali soal aduan tersebut, Kapolres Bintan selepas bersantap di acara Kantibmas di Toapaya menjanjikan agar mengambil langkah sesuai SOP.

"Makanya kita kroscek dulu infonya. Karena begini, Polairud kan banyak, ada Polairut Tanjungpinang, ada Polairut Bintan, atau Polairut Polda, nah, yang mana oknum dimaksud dari satuan tugas mana, tapi kita akan perdalam lagi soal ini," katanya.

Tindak pendalaman dimaksud Guntur adalah memetakan info dan kebenaran di lapangan. Kalau ternyata hal itu terbukti, sudah pasti pihaknya kata Guntur akan tindak tegas sesuai aturan berlaku.

"Ini sudah berkali kita tegaskan, dan kami akan perdalam lagi informasi soal itu," kata Guntur. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved