Pesona

Karateka Batam Ini Tetap Feminim dan Anggun

Feminim. Itulah gambaran penampilan Roro Khaliqah Nadhirah (18), saat mengenakan busana kasual dalam kesehariannya. Tapi di balik itu.....

Penulis: Dewi Haryati |
tribunnews batam/dewi haryati
Karateka Batam, Roro Khaliqah Nadhirah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Feminim. Itulah gambaran penampilan Roro Khaliqah Nadhirah (18), saat mengenakan busana kasual dalam kesehariannya.

Namun di balik tampilan feminimnya, jika sedang berada di arena tanding, dara manis inipun bisa berlaga layaknya karateka profesional.

Dia berjuang untuk mengalahkan lawan, dan menang.

Itu terbukti saat Kejuaraan Karate Piala FORKI Kota Batam 2016 yang berlangsung di Harbour Bay Mall, Minggu (7/8/2016) lalu.

Dhirah keluar sebagai pemenang--juara 2 untuk kelas kumite putri -55 kg, under 21. Padahal saat itu, dia belum lama aktif lagi latihan karate.

"Makanya agak kaku tadi. Gugup, sakit perut. Malah mau demam kayaknya, waktu sebelum tanding," kata Dhirah sambil tersenyum mengenang kejadian, kembalinya dia berlaga di atas matras kepada Tribun Batam.

Menjadi seorang karateka, memang bukan dari keinginan pribadi Dhirah, awalnya. Lebih karena alasan orangtua.

Ayahnya, RM Denny Rianto, dulunya juga seorang karateka, dan kini sering tampil sebagai wasit/ juri pada event pertandingan karate. Sedangkan ibunya, Nenny Nadhrah, ibu rumah tangga.

"Ikut karate, awalnya karena ayah," ujarnya.

Meski awal mula menekuni seni beladiri itu dari sang ayah, Dhirah tak memungkiri, banyak manfaat dan nilai-nilai yang tertanam dalam dirinya sekarang, efek dari karate.

Dara kelahiran Batam, 26 Februari 1998 itu, menjadi pribadi yang lebih berani. Disiplin terhadap waktu. Dapat menghargai orang lain.

Dhirahpun bisa merasakan pengalaman berorganisasi dengan banyak perguruan lainnya, yang tergabung di Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

"Ya lebih berani. Karena karate ini juga untuk membela diri," kata Dhirah yang berasal dari perguruan karate INKAI.

Sebagai seorang karateka, diapun berusaha untuk mengamalkan lima 'Sumpah Karate' dalam kehidupan sehari-harinya.

Sanggup memelihara kepribadian, sanggup patuh pada kejujuran, sanggup mempertinggi prestasi, sanggup menjaga sopan santun, dan sanggup menguasai diri.

Dengan menerapkannya, Dhirah merasakan manfaat yang luar biasa. Tidak hanya untuk pribadinya, tetapi juga dalam hubungan sosialisasi dengan orang lain.

"Ya, walaupun belum seluruhnya bisa diamalkan. Tapi satu per satu diterapkanlah Sumpah Karate," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved