Kamis, 9 April 2026

Menilik Seberapa Besar Manfaat Bantuan Alat Tangkap Pertamina untuk Nelayan

"Kalau dulu satu hari 150 kilogram, itu sudah semua, baik ditangkap sendiri, dan dari nelayan lain di kelompok ini. Tapi sekarang sudah lebih,"katanya

tribunnews batam/anne maria
Hasil tangkapan nelayan Gampong Beurawang, Kecamatan Suka Jaya, Sabang, Aceh. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SABANG- PT Pertamina Marketing Operation Region I mengunjungi masyarakat Gampong Beurawang, Kecamatan Suka Jaya, Sabang, Aceh, Jumat (5/8/2016) siang.

Membawa pewarta dari lima provinsi, di sana, mereka bertemu dengan kelompok nelayan sejahtera yang menerima bantuan corporate social responsibility (CSR)  dari Pertamina.

Bantuan Pertamina tersebut merupakan kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, dengan total penyaluran Rp 135 juta.

Dana tersebut diberikan secara bertahap dalam bentuk penambahan alat-alat penangkapan gurita, perahu, sampai ke tempat penyimpanan gurita.

"Kalau dulu kami pakai cara tradisional ambil gurita di laut. Tapi semenjak ada pendampingan, baik dari pertamina dan dinas, omset kami jadi lebih bertambah," ujar Razali satu diantara nelayan yang menerima manfaat tersebut.

‎Razali menceritakan, gurita memang menjadi satu jenis hewan laut yang banyak ditemukan di perairan Sabang.

Walaupun memang diakuinya, kelompok nelayan di sini tidak hanya menangkap gurita, tapi juga jenis biota laut seperti ikan hiu.

"Kami tangkap untuk sate gurita. Itu makanan khas di sini," ujar Razali.

Dari bantuan tersebut, kelompok nelayan sejahtera bisa menjual gurita hingga seberat‎ 2.000 kilogram per bulan atau 60-70 kg per harinya dengan pendapatan kotor Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu perhari.

"Kalau dulu satu hari 150 kilogram, itu sudah semua, baik yang ditangkap sendiri, dan yang dari nelayan lain di kelompok ini. Tapi sekarang sudah lebih dari itu," ujar Hasyim, anggota kelompok nelayan sejahtera menambahkan.

Harga penjualan gurita perkilogramnya saat ini senilai Rp 35 ribu.

Sedangkan bila sampai ke pengumpul di Kota Banda Aceh harga bisa naik menjadi Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu.

Biasanya, untuk mendapatkan gurita, nelayan harus menyelam hingga kedalaman 15 meter di laut. Para nelayan, memancing gurita dengan aneka umpan.

"Umpannya macam-macam, bisa udang, ikan. Cuma itu makanannya," kata Hasyim.

‎Saat ini, kelompok nelayan tersebut belum dapat mengembangkan hasil tangkapannya menjadi produk lain. Hal itu karena permintaan untuk gurita mentah saja sudah tinggi. Tidak hanya untuk konsumsi masyarakat, namun gurita-gurita inipun sudah dieksport hingga Italia.

Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Perikanan Budidaya Provinsi Banda Aceh, Cut Sri Haswirna yang membina kelompok tersebut menjelaskan cukup banyak dampak positif dari bantuan tersebut ke kehidupan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved