Badan SAR Indonesia dan Singapura Gelar Latihan Evakuasi. Ini yang Mereka Lakukan

Diketahui posisi terakhir pesawat ini berada sekitar 110 nautical mile (NM) arah timur dari Bandara Changi

Badan SAR Indonesia dan Singapura Gelar Latihan Evakuasi. Ini yang Mereka Lakukan
istimewa
Latihan SAR Singapura dan Indonesia 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Pesawat jenis Fokker 50 dengan call sign Alpha 321 yang saat itu melakukan penerbangan pada pukul 08.10 WIB dari Halim Perdana Kusuma menuju Matak, Provinsi Kepulauan Riau tiba-tiba mengalami lost kontak.

Sebelumnya pesawat tersebut melakukan kontak komunikasi kepada ATC Singapura untuk meminta belok kiri sejauh 20 mil dari jalurnya.

ATC Singapura terus memantau penerbangan Fokker 50 ini.

Namun pukul 09.00 WIB pesawat dengan 20 orang penumpang ini tidak terpantau lagi di radar ATC Singapura.

Diketahui posisi terakhir pesawat ini berada sekitar 110 nautical mile (NM) arah timur dari Bandara Changi.

Kejadian ini langsung diinformasikan ATC Singapura ke Command Centre Kantor Pusat Basarnas, yang selanjutnya diteruskan ke kantor SAR Tanjungpinang.

Usai menerima informasi tersebut, Kantor SAR Tanjungpinang segera menyiapkan personil dan peralatan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban.

Skenario di atas merupakan simulasi dalam latihan SAR Indonesia-Singapura (Indopura) XXXIV/2016 yang diselenggarakan Badan SAR Nasional.

Latihan SAR Indopura yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerjasama bilateral dibidang SAR dengan Singapura ini berlangsung 29 Agustus - 1 September 2016 di Tanjungpinang, Kepri.

Basarnas melalui Kantor SAR Tanjungpinang, Kantor SAR Pontianak, dan Kantor SAR Pangkal Pinang sebagai instansi pemerintah yang bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan SAR di wilayah Tanjungpinang ingin bekerja sama dengan seluruh unsur SAR guna menjamin keselamatan apabila terjadi musibah/ bencana di wilayah perbatasan dengan Singapura.

"Ini merupakan upaya jaminan kita terhadap keselamatan apabila terjadi musibah bencana. Kita bertanggungjawab untuk itu.

Dengan adanya kegiatan ini, saya harap dapat terjalin kordinasi dengan bagus dan hasil latihan kita sangatlah memuaskan," ujar Kasubdit operasi dan Komunikasi Basarnas Barokna Haulah, Kamis (1/9/2016).

Dalam program latihan SAR kali ini seluruh unsur yang terlibat berlatih bagaimana menyelenggarakan operasi SAR yang benar belajar membuat perencanaan operasi SAR secara gabungan bersama negara tetangga dalam hal ini Singapura, kemudian mengkoordinasikan operasi SAR berdasarkan perencanaan yang telah dibuat oleh SAR Mission Coordinator (SMC) serta teknik-teknik pencarian.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved