Kamis, 9 April 2026

Kisah Sumy Hastry Purwanti. Polwan Pemberi Tanda Silang di Dada Terpidana Mati Bom Bali

Ia satu-satunya polisi wanita yang berhasil menggondol gelar doktor forensik di Asia

Editor: Mairi Nandarson
TRIBUN JATENG/MUH RADLIS
Kepala Sub Bidang Kedokteran dan Kepolisian Polda Jawa Tengah, AKBP Sumy Hastry Purwanti, saat ditemui di ruangan kerjanya di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jateng, Semarang, Selasa (30/8/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Berdegup jantung Sumy Hastry Purwanti. Ia tak pernah membayangkan bisa berada dekat dengan Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas.

Ketiganya orang paling bertanggung jawab ketika bom meledak di Paddy's Pub dan Sari Club di Jalan Legian, Kuta Bali pada 12 Oktober 2002.

Di malam yang sama bom ketiga meledak dan menggoncang tak jauh dari Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Bali.

Tragedi malam itu dikenal dengan Bom Bali I.

Bom meledak di tengah wisatawan yang berjingkrak sambil menikmati musik, menenggak bir, bercengkerama satu sama lain.

Bom berdaya ledak tinggi yang diotaki ketiganya menewaskan 202 orang terdiri dari 164 orang asing dan 38 orang Indonesia.

Korban terluka mencapai 209 orang.

Berselang enam tahun, Sumy berhadapan dengan ketiganya di Nusakambangan pada Sabtu (8/11/2016) malam, sebelum tubuh mereka rubuh dieksekusi regu tembak.

"Saya yang pasang tanda di dada terpidana mati itu. Saya cek dulu letak jantungnya lalu pasang titik bidik. Awalnya gemetar juga, tapi saya harus kuat," cerita Sumy soal kejadian malam itu kepada Tribun Jateng saat ditemui di kantornya di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jateng, Selasa (30/8/2016).

Ia mengenang saat itu pangkatnya masih komisaris polisi dan sudah bertugas di Bidang Kedokteran dan Kepolisian Polda Jateng.

"Biasanya menolong orang sakit yang mau hidup, ini mengerjakan orang hidup yang akan ditembak mati. Tapi itulah tugas dan pengabdian kepada negara," katanya.

Eksekusi Bali Nine

Sumy juga terlibat dalam eksekusi terpidana mati Jilid II, dua di antaranya duo Bali Nine: Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Bali Nine adalah istilah tentang sembilan orang warga negara Australia yang ditangkap polisi pada 17 April 2005 di Bali.

Mereka berusaha menyelundupkan 8,2 kilogram heroin dari Indonesia ke Australia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved