Senin, 13 April 2026

Nasib Ratusan Rekrutan Satpol Masih Terkatung-katung, Pemko Batam Pusing Cari Jawabnya

Pemko Batam belum menemukan solusi menjawab nasib 825 rekrutan Satpol PP, ini penjelasan Wakil Wali Kota Batam

Penulis: Dewi Haryati |
tribunnews batam/eko setiawan
Demonstrasi tenaga honorer Satpol PP Pemko Batam di depan Gedung Pemko Batam, Batam Centre, Rabu (14/9/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pemerintah Kota Batam belum menemukan solusi yang tepat menjawab nasib 825 rekrutan Satpol PP, yang saat ini masih bermasalah.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, ada dua permasalahan yang terjadi di sini. Pertama, dari sisi penganggaran. Kedua dari sisi rekrutmen.

Amsakar menilai, jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk 825 orang rekrutan Sat Pol PP itu sangat besar. Untuk gajinya saja bisa mencapai miliaran rupiah setahun.

Di sisi lain, dalam Undang-undang ASN, dikatakan untuk penerimaan Sat Pol PP, dibagi dalam dua kategori. Calon harus Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

"Kami bukan tak mau membantu. Kami cuma tak dapat formula yang pas," kata Amsakar, Senin (19/9/2016) di DPRD Kota Batam.

Jika dihitung-hitung, jumlah rasio kebutuhan Sat Pol PP dan permasalahan sosial di Batam juga belum seimbang. Dari 825 orang itu Amsakar menilai, paling yang bisa diterima sekitar 100 orang.

"Kalau kita terima 100 orang ini, bagaimana dengan kawan-kawannya yang lain. Jadi memang belum bisa menjawab permasalahan ini," ujarnya.

Itu sebabnya, dia menyarankan, jika ada kasus penerimaan Satpol PP yang masuk ranah hukum, agar dilaporkan ke pihak yang berwajib. Sementara itu, soal nasib 825 rekrutan Sat Pol PP yang hingga saat ini masih disuruh 'ngantor', Amsakar menilai hal itu semestinya tak diperlukan lagi.

"Lebih bagus kita bicara pahit, kalau kenyataannya memang pahit. Daripada memberi harapan yang tak jelas. Ke kantor itu, sudahlah, tidak usah lagi," kata Amsakar.

Baik Wali Kota Batam, Rudi, maupun Amsakar sendiri, masih mengupayakan jalan terbaik untuk 825 rekrutan Sat Pol PP itu. Kasat Pol PP, Hendri, diminta untuk menyelesaikan permasalahan itu.

"Tak ada tenggat waktunya. Semakin cepat perda SOTK selesai, semakin cepatlah masalah ini diselesaikan. Entah jadi sekuriti atau apa. Kitakan kasihan juga dengan mereka, sudah latihan fisik, sudah dites urin, tapi tak jadi apa-apa," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved