Jumat, 10 April 2026

Reputasi Perbankan Singapura Dibayangi Dua Masalah Besar. Ini Dia

Hanya dalam tiga bulan, 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 175 triliun yang dideklarasikan oleh sejumlah pengusaha telah dipulangkan ke Indonesia

KOMPAS.com
Kota Singapura 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM. SINGAPURA - Perbankan Singapura saat ini dibayang-bayangi dua masalah besar yang bisa berbahaya bagi ekonomi negara itu.

Media ekonomi terkemuka, Wall Street Journal menyebut bahwa amnesti pajak di Indonesia yang bakal menyedot dana miliaran dolar dari bank-bank di negara itu.

Hanya dalam tiga bulan, sebanyak 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 175 triliun yang dideklarasikan oleh sejumlah pengusaha telah dipulangkan ke Indonesia, dari sekitar 273 miliar dolar yang disimpan di luar negeri.

Lebih dari setengah dari repatriasi dana itu --57 persen-- berasal dari Singapura.

Pukulan kedua adalah skandal keuangan 1Malaysia Pengembangan Bhd (1MDB) yang menyeret nama Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Dari sebuah investigasi kriminal, sejumlah karyawan di bank-bank di Singapura terlibat dalam skandal keuangan tersebut.

Direktur Otoritas Moneter Singapura sebagai bank sentral dan regulator keuangan menyebutkan bahwa skandal ini telah membuat "penyok" reputasi Singapura sebagai pusat keuangan bersih dan terpercaya.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa bankir dan pengacara terkemuka di Singapura sangat memalukan.

Mereka hanya hanya seperti pengelola toko yang membuat bank-bank di Singapura bergantung pada kekayaan pribadi.

Dari hasil investigasi itu, seorang pengusaha keuangan yang dekat dengan keluarga Razak bernama Jho Low, antara 2009 dan 2013, membantu menggelapkan setidaknya 3,5 miliar dolar AS bersama rekan-rekannya.

Departemen Kehakiman AS Salah satu bank yang menerima aliran dana itu adalah BSI Bank di Singapura.

Otoritas Moneter Singapura (MAS) langsung membuat keputusan untuk membekukan BSI sebagai merchant bank.

Bank asal Swiss itu dianggap melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi antipencucian uang, pengawasan manajemen yang buruk dari operasional bank serta perbuatan kotor oleh beberapa staf bank.

BSI Bank beroperasi sebagai merchant bank di Singapura sejak November 2005, menawarkan layanan private banking.

BSI Bank merupakan anak perusahaan dari BSI SA, bank yang didirikan pada tahun 1873 dan berkantor pusat di Swiss.

BSI Bank adalah korban pertama sejak tahun 1984, setelah Jardine Fleming (Singapore) Pte Ltd juga ditutup karena melakukan penyimpangan serius.

Sumber: AsiaOne

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved