Selasa, 28 April 2026

Kecelakaan Maut

Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Konawe Selatan, 3 Pelajar SMA Tewas

Kasatlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan mengonfirmasi kecelakaan adu banteng yang menewaskan tiga pelajar itu.

Editor: Khistian Tauqid
Istimewa
TABRAKAN SISWA KONSEL - Kolase foto kondisi 2 motor usai bertabrakan di Jalan Poros Desa Opaasi, Kecamatan Ranomeeto Barat, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 13.45 wita. 

TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan maut melibatkan dua sepeda motor di Jalan Poros Desa Opaasi, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (8/4/2026), sekitar pukul 13.45 Wita.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga siswa Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 14 Konawe Selatan meninggal dunia.

Kasatlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan mengonfirmasi kecelakaan adu banteng yang menewaskan tiga pelajar itu.

AKP Kevin juga membeberkan dua kendaraan yang terlibat adalah sepeda Honda Beat DT 4076** yang dikendarai I ‘adu banteng’ dengan motor Beat DT 6267** yang dikemudikan oleh A.

Khusus untuk pelajar I membonceng rekan sekelasnya WS yang merupakan siswa kelas XI.1 SMA 14 Konawe Selatan.

Sedangkan untuk A merupakan siswa kelas XI.2 SMAN 14 Konsel yang kelasnya bersebelahan dengan I dan WS.

Pengendara I dan A meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara untuk WS menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

AKP Kevin lantas mengungkap detik-detik kecelakaan maut berdasarkan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan rangkuman dari TribunnewsSultra.com dari keterangan kepolisian, maupun pihak sekolah, berikut kronologi lengkap kecelakaan maut:

  • Peristiwa kecelakaan terjadi pada Selasa, 7 April  2026 sekitar pukul 13.45 Wita di Jalan Poros Desa Opaasi, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan.
  • Awalnya sepeda motor Honda Beat NRKB DT 6267** yang dikendarai oleh laki-laki A bergerak dengan kecepatan sedang dari arah utara ke selatan (dari arah Desa Boro-Boro Lameuru menuju ke arah Desa Opaasi).
  • Bersamaan dengan itu bergerak dari arah yang berlawanan sepeda motor Honda Beat NRKB DT 4076** yang dikendarai oleh I berboncengan dengan WS.
  • Mendekati TKP di Jalan Poros Desa Opaasi, sepeda motor Honda Beat NRKB DT 4076** yang dikendarai oleh Lk I kehilangan kendali dan melebar ke kanan (lajur sepeda motor Honda Beat NRKB DT 6267** yang dikendarai oleh Lk A);
  • Kemudian menabrak sepeda motor Honda Beat NRKB DT 6267** pada bagian depan sehingga menyebabkan terjadinya lakalantas.
  • Akibat dari kecelakaan tersebut, kedua pengendara sepeda motor Lk A dan Lk I meninggal dunia di tempat (TKP). Sementara, boncengan sepeda motor Honda Beat NRKB DT 4076** yakni Lk WS mengalami luka-luka dan dirawat di RS Bahteramas.
  • Lk WS dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif, namun tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 Wita.
  • Korban A, I, dan WS, dimakamkan setelah disemayamkan di rumah duka masing-masing, Rabu, 8 April 2026. A dimakamkan di Desa Opaasi pada pukul 10.00 Wita, WS di Desa Laikandonga pukul 11.30 Wita, dan I di Desa Boro-Boro Lameuru pada pukul 12.00 Wita.

"Satu korban yakni lelaki WS menghembuskan napas di RSUD Bahteramas," kata AKP Kevin kepada wartawan TribunnewsSultra.com.

KECELAKAAN MAUT DI TANJUNGPINANG - Foto ilustrasi kecelakaan maut di Tanjungpinang, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, KM 5, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (9/1/2026) sekira pukul 00.30 WIB. Terungkap kronologis lakalantas yang merenggut nyawa seorang pengendara motor. Foto hasil olah AI.
KECELAKAAN MAUT. Foto hasil olah AI. (Hasil olah AI melalui chatgpt)

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Bogor, 3 Kendaraan Terlibat dan 2 Orang Tewas

Keterangan Pihak Sekolah

Pihak SMAN 14 Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), berkabung dengan kecelakaan yang menyebabkan 3 siswa-siswinya meregang nyawa.

“Sebagai pimpinan, saya bersama seluruh dewan guru dan staf tentu sangat terpukul,” kata Kepala SMAN 14 Konsel, Nuzul Quryati Hartawati.

“Kami kehilangan tiga siswa terbaik sekaligus di waktu yang bersamaan,” lanjutnya kepada wartawan TribunnewsSultra.com, Rabu (8/4/2026) malam.

Dia menyebut, ketiganya merupakan siswa yang sedang berada pada fase semangat belajar tinggi dan aktif di sekolah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved