Singapura Mulai Menyidangkan Skandal 1MDB Malaysia yang Melibatkan PM Najib Razak
Jaksa Singapura menggambarkan jumlah dana yang mjengalir dari skandal itu ke dalam kantor cabang bank asal Swiss itu sangat "mengejutkan".
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Di Malaysia, skandal keuangan 1DMB ditutup- ditutupi, namun di negara lain yang terkait dengan skandal keuangan itu akan dibuka terang- terangan.
Skandal yang menyeret Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan keluarganya itu saat ini diselidiki di Singapura dan Amerika Serikat.
Seorang mantan bankir swasta mulai diadili di Singapura, Senin (31/10/2016).
Terdakwa adalah Yeo Jiawei (33) yang merupakan manajer di Bank BSI.
Bankir ini merupakan pejabat dari Bank BSI yang didakwa melakukan pencucian uang dari dana 1DMB tersebut.
Jaksa Singapura menggambarkan jumlah dana yang mjengalir dari skandal itu ke dalam kantor cabang bank asal Swiss itu sangat "mengejutkan".
Selain Bank BSI, satu lagi bank Swiss yang diselidiki adalah Falcon Private Bank. Dua bank itu sudah ditutup otoritas keuangan Singapura, beberapa waktu lalu.
Pemerintah Singapura juga menyita aset hampir 180 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 2,34 triliun.
Setengah dari aset ini terkait dengan Low Taek Jho alias Jho Low, seorang pengusaha Malaysia yang memainkan peran kunci dalam mengatur aliran dana 1MDB tersebut.
Low sendiri sudah membantah telah melakukan pelanggaran hukum.
Yeo, mantan bankir BSI, menghadapi 11 tuduhan, termasuk pencucian uang, kecurangan, pemalsuan dan menghalangi jalannya keadilan.
Sidang saat ini, diperkirakan akan berlangsung hingga 14 November.
Jaksa mengatakan Yeo mendekati berbagai individu yang sedang diselidiki dan memerintahkan mereka untuk berbohong kepada otoritas keuangan dan menghilangkan bukti.
Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan di persidangan, seperti dilansir oleh Kantor Berita AFP, jaksa mengatakan bahwa skandal 1MDB adalah yang paling kompleks, canggih dan terbesar, yang pernah ditangani oleh Departemen Urusan Komersial, investigasi kejahatan kerah putih di negara itu.
Skandal ini melibatkan beberapa perusahaan, orang dan lembaga keuangan dan perputaran uangnya sangat besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/skandal-1dmb_20161012_010032.jpg)