Senin, 13 April 2026

Di Depan Rakernas Bidan, Gubernur Berkelakar Sedang Jadi Bidan, Tapi Bidan Ini

Gubernur Nurdin Basirun mengaku sedang menjalankan profesi sebagai Bidan. Namun, bukan sebagai bidan yang membantu melahirkan bayi

Penulis: Thom Limahekin |
Humas Pemprov Kepri
Gubernur Kepri berfoto bersama bidan peserta Rakernas di Batam, Kamis (3/11/2016) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Gubernur Nurdin Basirun mengaku sedang menjalankan profesi sebagai Bidan. Namun, bukan sebagai bidan yang membantu melahirkan bayi.

"Saya Bidan yang sedang membantu melahirkan kesejahteraan masyarakat Kepri. Bidan yang menjaga kenyamanan dan kebersamaan masyarakat Kepri," kata Gubernur Nurdin pada Rakernas VI IBI dan PIT Bidan 2016 di Swiss Bell Hotel, Batam, Kamis (3/11/2016) petang.

Menurut Nurdin, dalam rilis Humas Pemprov Kepri ke Tribun, Jumat (4/11/2016), kondusifitas Kepri harus terus dirawat. Dengan Kepri yang kondusif, aman serta nyaman, akan memberi dampak yang baik bagi Negeri Segantang Lada ini. Investor pasti tertarik, wisatawan akan terus berdatangan, yang semuanya memberi dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Termasuk terselenggaranya pertemuan para Bidan di Batam ini. "Terima kasih telah memilih Kepri, khususnya Batam. Sila rasakan istimewanya kota ini," kata Gubernur Nurdin.

Nurdin juga berterima kasih atas peran serta pada Bidan yang telah memberikan waktunya untuk merawat dan menjaga lahirnya generasi terbaik di negeri ini. "Dari tangan dingin ibu-ibu yang tulus melayani masyarakat," kata Nurdin.

Kata Nurdin, pertemuan seperti ini harus terus dilakukan. Karena ini bagian membangun silaturahmi dengan melahirkan banyak pokok pikiran bagi kemaslahatan umat.

"Terus bangun kebersamaan untuk Indonesia lebih baik," kata Nurdin.

Dalam pada itu, Ketua Umum PP IBI Emi Nurjasmi mengatakan Rakernas ini bertujuan untuk konsolidasi organisasi dan persiapan Kongres 2018.

"Pertemuan ini juga untuk memelihata dan meningkatkan solidaritas serta kekompakan organisasi," kata Emi.

Rakernas ini memilih tema penguatan peran bidan dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga untuk mendukung program SDGs". Rakerna ini juga disejalankan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Bidan.

PIT Bidan ini, kata Emi memberikan kesempatan bagi rekan dan teman sejawat untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk poster dan oral presentation. Rakernas ini dihadiri bidan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 3500 bidan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved