Demo di Jakarta

Kapolri: Ada Cyber Troops di Medsos untuk Provokasi

Rapat-rapat kita tahu sudah beberapa kali dilakukan. Rapat untuk menguasai gedung DPR, rapat untuk menggerakkan massa-massa yang lain. Kita paham

Laporan: Dian Reinis Kumampung/Kompas TV

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak alasan bagi seseorang menggunakan media sosial, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga untuk berkampanye.

Namun, tidak sedikit juga yang menggunakan media sosial sebagai alat provokasi atau menyebarkan berita- berita negatif.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia mencatat, lebih dari setengah penduduk republik ini terhubung dengan internet dan sebagian besar menggunakannya untuk sosial media.

Tidak mudah percaya dan bijak menyaring informasi jadi kunci tak mudah diprovokasi.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengungkap adanya rencana makar terkait demonstrasi 2 Desember 2016.

Polisi sudah mengetahui adanya rapat-rapat terkait rencana makar dengan menguasai gedung DPR.

"Rapat-rapat kita tahu sudah beberapa kali dilakukan. Rapat untuk menguasai gedung DPR, rapat untuk menggerakkan massa-massa yang lain. Kita paham," kata Tito dalam jumpa pers bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (21/11/2016).

"Bila itu terjadi kita akan lakukan tindakan tegas, saya yakin masyarakat Jakarta cinta akan ketentraman, cinta akan keamanan. Kami sepakat dengan Panglima, Polri dan TNI menjaga Jakarta menjaga Indonesia tidak ingin pecah," kata Tito.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved