Jumat, 17 April 2026

KEREN! Citilink Buka Rute Baru Tanjungpinang-China. Singgah Juga ke Batam?

Melihat pasar dan konektivitasnya, menurut Riono, tak menutup kemungkinan rute penerbangan itu juga akan menjangkau Batam.

Penulis: Dewi Haryati |
DOK CITILINK
Citilink 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Masyarakat Kepri yang akan berwisata ke China kini
tak perlu lagi berangkat via Singapura atau Jakarta.

Sebab, terhitung 17 Desember 2016 ini, rute Tanjungpinang-China atau sebaliknya akan dibuka oleh Citilink.

Bocoran ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono di Batam Center, Batam, Selasa (6/12/2016).

"Inagurasinya 17 Desember. Ada dua pesawat dari China yang datang ke Tanjungpinang. Hari ini ada pertemuan lagi dengan Citilink, tapi saya belum tahu hasilnya," kata Riono.

Dikatakan dia, pesawat tersebut bermuatan sekitar 150-an penumpang.

Menurut jadwal, dalam satu hari nanti akan dilakukan dua kali penerbangan.

Namun belum bisa dipastikan, apakah penerbangan yang dilakukan setiap hari atau seminggu tiga kali.

Untuk penerbangan itu sendiri, kata dia, Citilink melayani penerbangan di enam provinsi di China.

"Dari jadwal yang disusun, informasinya masih simpang-siur, apa setiap hari atau seminggu tiga kali. Tapi dari jadwal yang saya lihat sampai tanggal 6 Januari 2017 itu setiap hari," ujarnya.

Melihat pasar dan konektivitasnya, menurut Riono, tak menutup kemungkinan rute penerbangan itu juga akan menjangkau Batam, mengingat penduduk Batam juga terbilang banyak.

"Ada dua konektivitas. Nanti dilihat lagi pasarnya. Selain Tanjungpinang-China, bisa jadi rutenya
Tanjungpinang-Batam-China," kata Riono.

Tentu saja penerbangan ini memberi angin segar bagi pariwisata di Kepri karena wisatawan China sangat potensial di kawasan Asia.

Riono mengkalkulasi, jika turis Cina yang berkunjung ke Kepri satu hari ada 300
penumpang, dalam satu bulan bisa ditaksir sekitar 9000 orang.

Tak tinggal diam, pihaknya pun saat ini masih berupaya mengevaluasi diri terkait potensi-potensi wisata yang bisa dikembangkan di Tanjungpinang.

Termasuk perbaikan dan pengadaan infrastruktur pendukungnya.

"Untuk Tanjungpinang sendiri memang harus berkaca apa yang sudah kita lakukan. Karena banyak daerah bukan hanya di Tanjungpinang yang pariwisatanya belum digarap sebagai sebuah industri, jadi hanya begitu-gitu saja," kata dia.

"Karena keterbatasan anggaran, perbaikan dan penambahan itu memang tidak bisa langsung dilakukan. Tapi secara bertahap," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved