Demo Honorer Satpol PP Batam

Polisi Lanjutkan Kasus Penerimaan Honorer, Mantan Kasatpol PP Berinisial H Disebut-sebut Terlibat

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengatakan sudah ada satu orang PNS sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi.

Polisi Lanjutkan Kasus Penerimaan Honorer, Mantan Kasatpol PP Berinisial H Disebut-sebut Terlibat
tribunnews batam/anne maria
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengatakan sudah ada satu orang PNS sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi penerimaan tenaga honorer Satpol PP Batam.

"Satu PNS sudah kita tetapkan tersangka, tetapi kita masih terus dalami," ujar Memo, Jumat (9/12/2016).

Memo menambahkan, meskipun ada sejumlah korban calon tenaga honorer Satpol PP Pemko Batam yang sudah mencabut laporannya, namun proses hukum tetap dilajutkan pihak kepolisian.

Baca: Uang Pelicin Penerimaan Honorer Satpol PP Batam Dikembalikan, Apakah Kasusnya Tetap Berlanjut

Untuk pencabutan laporan yang dilakukan oleh beberapa korban dikarenakan korban sudah mendapatkan kembali uang mereka.

‎Ia menegaskan, dengan pencabutan laporan, kasus tetap akan diproses untuk mengejar kasus gratifikasinya.

Pasalnya, dalam prosedur penerimaan calon Satpol PP tahun 2014 silam terstruktur.

Memo menuturkan, dari hasil pengembangan enam korban itu, sudah mengerucut satu orang

PNS yang sudah dijadikan tersangka adalah pegawai Satpol PP golongan III A, berinisial Sy.

‎Memo menjelaskan, dalam kasus ini Sy berperan sebagai penerima uang dari para korban.

Kemudian, uang tersebut diserahkan oleh Sy kepada Sh selaku oknum dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved