Senin, 13 April 2026

BREAKING NEWS. Lihat Izal Terbaring Aneh di Kamar, Kawannya Langsung Kabur

"Saya mau menghidupkan air, karena kebetulan saklarnya satu di tempat Izal. Saya lihat, tidurnya Izal kok aneh. Saya langsung kabur

TribunBatam/Wahib Wafa
Polisi mengevakuasi jasad Izal yang ditemukan meninggal di kamar messnya, Sukaberenang, Tanjungpinang, Selasa (13/12/2016) malam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG - Izal (26) terbaring kaku di kamar tidur mess tempatnya bekerja.

Meninggalnya Izal menggegerkan warga RT 1/RW 4 Jalan Ir Sukamto Sukaberenang, sekitar pukul 18.30 WIB malam.

Soalnya, pria ini diketahui masih terlihat bekerja seperti biasa di toko bangunan Sanli, pada pukul 15.00 WIB.

Izal ditemukan pertama kali oleh teman kerjanya bernama Marjulis yang hendak menyalakan pompa air.

Korban dan saksi tinggal bersebelahan di mess tempat keduanya bekerja.

Marjulis curiga dan merasa aneh ketika melihat Izal terlihat terbujur kaku di kamar tidurnya.

"Saya mau menghidupkan air, karena kebetulan saklarnya satu di tempat Izal. Saya lihat, tidurnya Izal kok aneh. Saya langsung kabur," kata Majulis yang ditemui di lokasi saat evakuasi rekannya tersebut oleh tim Inafis Polres Tanjungpinang Selasa (13/12).

Marjulis langsung lari dan menyampaikan kepada bosnya yang berada di toko yang letaknya di depan kamar korban.

Mereka bersama pemilik bangunan dan masyarakat sekitar kemudian mengecek kondisi korban.

"Bos juga panggil dokter. Lalu dicek ternyata sudah meninggal. Kita pun langsung laporkan ke polisi," kata Marjulis yang terlihat masih gugup memberikan keterangan kepada pihak Inafis.

Belum diketahui apa penyebab meninggalnya korban.

Marjulis menuturkan, selama ini korban di tempat kerjanya dikenal pendiam.

Apakah ada dugaan riwayat penyakit yang diderita korban, dirinya juga tidak tahu.

"Saya nggak tahu soal itu. Hari-hari kita kerja, dia tak pernah mengeluh sakit. Orangnya baik, tapi pendiam. Tak pernah cerita apa-apa sebelumnya sama teman-teman kerjanya," ungkapnya.

Korban bekerja sebagai kernet toko bangunan itu. Tidak ada yang kenal dekat dengan sosok korban.

Ketua RT setempat, Kardiana (50), mengaku tidak mengenal korban.

Selama ini pemilik toko tidak pernah melaporkan korban maupun anak buahnya yang lain ke RT setempat.

"Tak ada mereka laporkan ke kita. Harusnya memang siapa saja yang tinggal melaporkan ke kita. Baik oleh pemilik rumah atau yang tinggal itu sendiri," katanya.

Kasus ini dalam penyelidikan kepolisian.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved