Breaking News:

Begini Simulasi Kebocoran Bahan Kimia yang Digelar ATB

simulasi kecelakaan kerja ini wajib dilakukan guna memberikan bekal bagi karyawan di lapangan, terutama di area IPA Sei Harapan.

Editor: Rio Batubara
ist
Suasana Simulasi Kebocoran Bahan Kimia yang dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Harapan, Sekupang, Selasa (28/12/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Suasana hening di sekitar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Harapan, Sekupang, berubah menjadi ramai pasca-suara sirine tanda bahaya yang berasal dari Area Klorin "meraung-raung", Selasa (28/12/2016) siang.

Beberapa saat kemudian, petugas operator ATB Sei Harapan bernama Bayu menjadi korban dari kebocoran salah satu tabung klorin.

Sembari memegang tenggorokannya, Bayu berusaha mencari pertolongan dengan merangkak dan menyelamatkan diri keluar dari area klorin.

"Tolong, tolong mata saya..pedihh...tolong saya terpapar klorin," teriak Bayu dengan suara parau sambil merangkak di tengah lapangan sambil terus meminta pertolongan.

Melihat hal tersebut, beberapa karyawan yang kebetulan melihat Bayu langsung memberikan pertolongan pertama dengan membawanya ke lokasi yang aman dan menjauh dari area kebocoran klorin.

Sementara itu, beberapa karyawan lainnya mengenakan masker oksigen berusaha meminimalisir tingkat kobocoran klorin.

Akibat peristiwa tersebut, Bayu mengalami gangguan pada kulit serta tenggorokan. Setelah di berikan perawatan pertama, Bayu pun langsung di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Hal tersebut merupakan langkah yang harus segera dilakukan karena berdasarkan studi laboratorium  bahwa paparan berulang klorin dari udara dengan dosis tinggi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, darah, jantung, dan sistem pernapasan

Kejadian ini merupakan bentuk simulasi dari bahaya kebocoran klorin di area IPA Sei Harapan.

Roni Hartawan, Manager QHSE ATB yang saat itu didampingi beberapa manager ATB sebagai penilai yakni Estiyudo Listyadi Manager Produksi, Wahyu Widiyanto Manager Produksi, Sulistyo AW Manager Planning mengatakan, kegiatan simulasi kecelakaan kerja ini wajib dilakukan guna memberikan bekal bagi karyawan di lapangan, terutama di area IPA Sei Harapan.     

"Pelatihan ini di fokuskan pada kebocoran di area klorin untuk IPA Sei Harapan. Agar karyawan bisa lebih tanggap dengan adanya pelatihan ini. Sambil dievaluasi pada kondisi di lapangan," jelas Roni Hartawan.

Selama 2016, QHSE sangat fokus terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ada di lingkungan kerja di PT Adhya Tirta Batam ( ATB). Oleh karena itulah Drill ini dilakukan, baik di area perkantoran hingga lapangan.

"Selama 2016 kita sudah evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan tim tanggap darurat. Dari hasil evaluasi, khususnya di area IPA harus memiliki tim tanggap darurat karena berhubungan langsung dengan chemical area, pertolongan pertama hingga kebakaran," jelas Roni lagi.  

Meski simulasi dilakukan dengan lancar, tambahnya namun beberapa kekurangan harus lebih di perbaiki pada berbagai sisi. Kekurangan inilah yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan simulasi di tahap selanjutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved