Rabu, 8 April 2026

Iring-iringan Gubernur Jateng Dihadang Warga di Demak. Ini yang Terjadi

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto yang ikut dalam iring-iringan, juga terlihat bergegas turun dari mobil dan ikut menemui warga

Editor: Mairi Nandarson
Tribun Jateng/M Nur Huda
Warga Desa Waru, Mranggen, Demak, Rabu (18/1/2017), menghadang mobil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan membentangkan spanduk berisi permohonan normalisasi sungai. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Iring-iringan rombongan mobil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, disetop puluhan warga di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (18/1/2017) pagi.

Mobil Toyota HiAce bernomor polisi H 1 yang ditumpangi Ganjar pun berhenti.
Ganjar yang didampingi sejumlah pejabat Pemprov Jateng, pun turun dari mobil. Ia langsung menemui warga dan berdialog di tepi jalan tersebut.

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto yang ikut dalam iring-iringan, juga terlihat bergegas turun dari mobil dan ikut menemui warga.

"Ono opo Iki? Kok nggowo spanduk?" ucap Ganjar pada warga.

Pasalnya, warga yang menghentikan rombongan Gubernur, juga membentangkan dua spanduk bertuliskan, "Pak Gubernur, mohon dinormalisasikan, sungai ini sering banjir", "Pak Ganjar, Jangan biarkan sawah kami kebanjiran".

Seorang warga, Murodi MZ, menyampaikan permasalahan yang dimaksud.
Yakni sungai yang mengalir dan berbatasan langsung dengan bahu Jalan Raya Mranggen-Onggorawe itu, tiap hujan deras selalu banjir dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter.

Sehingga jalan tersebut tak dapat dilalui kendaraan.

"Kalau banjir tidak bisa dilewati, harus mutar lewat jalan lain. Padahal ini jalan utama, yang nekad biasanya motornya pasti mogok," kata Murodi.

Selain melimpah di jalan raya, air juga melimpah ke area lahan pertanian, sehingga tanaman milik petani sering rusak.

Selain itu, limpahan air juga masuk ke perkampungan yang mengakibatkan rumah-rumah penduduk juga kemasukan air.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah terjadi sejak sekitar 20 tahun ini.

Penyebabnya karena adanya penyempitan lebar sungai dan pendangkalan.

Pihaknya pernah menyampaikannya ke Camat setempat, tapi sampai saat ini belum ada informasi lanjutan.

"Kami mohon sungai ini dinormalisasi, kami sudah menunggu sejak lama. Malahan Desa kami dikenal langganan banjir, Pak," ujarnya didampingi Kepala Desa Waru, Arifin.

Sementara itu, usai berdialog dengan warga, pada wartawan, Ganjar mengatakan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mestinya cepat membereskan persoalan tersebut. Sebab sungai mengalami penyempitan yang berdampak melimpahnya air ke jalan raya dan lahan pertanian.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved