Duriangkang Dulu dan Sekarang

Waduk Duriangkang yang Semakin Terancam

"Waduk Duriangkang kondisinya kini mulai terancam, pendangkalan akan mengurangi daya tampung Waduk," kata Enriqo Moreno, Corcom Manager ATB.

Foto/ATB/Benny Andrianto
Pemandangan dari udara Waduk Duriangkang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Tidak beroperasinya Waduk Baloi, kiranya menjadi contoh negatif dari kurang terjaga dan terawatnya wilayah resapan air di sekitar waduk yang ada di Batam.

Kondisi yang sudah sama dan mulai terlihat juga terlihat pada waduk Duriangkang.

Terjadi pendangkalan di hampir setiap sisinya, membuat waduk ini tidak memiliki tampungan layaknya sebuah ember.

Namun tampungannya mirip sebuah mangkok dengan cerukan berbeda, mulai dari dasar menuju permukaan.

"Waduk Duriangkang kondisinya kini mulai terancam, pendangkalan akan mengurangi daya tampung Waduk. Belum lagi curah hujan tidak jatuh di wilayah waduk, yang pada akhirnya sangat mempengaruhi ketersediaan air baku dalam waduk. Duriangkang butuh hujan dengan intensitas tinggi," kata Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB.

Selain permasalahan tersebut, waduk Duriangkang juga mulai terkontaminasi oleh banyaknya aktivitas alih fungsi lahan yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas air baku yang tersedia.

Gangguan air dalam waduk juga dipengaruhi oleh banyaknya tumbuhan eceng gondok.

Ketahanan waduk juga didukung oleh berfungsinya daerah tangkapan air (catchment area).

Apabila daerah resapan air dirusak, tentunya tidak akan berfungsi maksimal dalam menyerap air hujan.

Sementara pohon-pohon di lokasi tangkapan air sudah mulai dirusak, bahkan tidak sedikit perumahan-perumahan liar muncul di area resapan air.

"Penebangan pohon yang dilakukan secara ilegal sangat mempengaruhi daerah resapan air. Apabila banyak area hijau atau hutan di area waduk, bayangkan daerah resapan sudah tidak berfungsi lagi, tentunya akan mempengaruhi usia waduk," jelasnya.

Maka diperlukan tindakan agar daerah tangkapan air di sekitar waduksteril dari bangunan.

Pepohonan juga harus diperbanyak dan perambahan hutan secara liar atau illegal logging harus dihentikan.

Saat ini jumlah rumah liar di sekitar waduk terus meningkat.

Bahkan, beberapa bangunannya sudah permanen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved