Kamis, 9 April 2026

Diduga AS Kerahkan Serangan Udara ke Yaman Selatan, 57 Warga Sipil Tewas

Sebuah helikopter diduga dikerahkan oleh komando Amerika Serikat telah menyerang permukiman sehingga puluhan warga sipil tewas di Yaman selatan.

Reuters/Khaled Abdullah
Lokasi serangan udara yang menimpa gedung tempat upacara pemakaman untuk ayah Jalal al-Ruweishan, menteri dalam negeri pemerintah Yaman yang didominasi kelompok Houthi. Foto hanya sebagai ilustrasi berita. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SANA’A- Sebuah helikopter diduga dikerahkan oleh komando Amerika Serikat telah menyerang permukiman sehingga puluhan warga sipil tewas di Yaman selatan, Minggu (29/1/2017).

Kantor berita Agence France-Presse, Senin (30/1/2017), melaporkan, 57 orang tewas akibat serangan udara tersebut.

Sebanyak 41 orang di antaranya adalah militan Al Qaeda, dan 16 lainnya adalah warga sipil yang teridiri dari delapan anak-anak dan delapan perempuan.

Hari sebelumnya Reuters menyebutkan, 30 orang tewas dan belasan orang lainnya terluka. Di luar itu diperkirakan belasan anggota militan Al Qaeda juga tewas.

Sejumlah warga, pejabat, dan militan Al Qaeda mengatakan, serangan tersebut dilakukan oleh pasukan AS, yang belum mengakui gerakan itu.

Pertempuran melanda daerah pedesaan Distrik Yakla, Provinsi Bayda, menewaskan seorang pemimpin penting Al Qaeda Cabang Yaman, Abdulraoof Ad Dzahab, bersama anggota kelompok keras lain, kata saksi dari penduduk setempat.

Paramedis di lokasi terjadinya serangan itu menyebutkan 30 orang tewas, termasuk 10 perempuan dan tiga anak-anak.

Saat dipastikan, serangan tersebut adalah yang pertama dilakukan pasukan AS sejak Yaman dirundung perang saudara hampir dua tahun.

Serangan tersebut juga merupakan operasi AS yang pertama kalinya setelah Donald Trump dilantik menjadi presiden ke-45 negeri “Paman Sam” itu.

Yaman juga telah dimasukkan dalam daftar tujuh negara Islam, yang dinilai berbahaya bagi keamanan AS, sehingga pendatang dari negara tersebut dilarang masuk As.

Dalam pesan di Telegram resminya, Al Qaeda menyatakan duka cita yang mendalam atas tewasnya Ad Dzahab sebagai "prajurit suci" dan anggota militan lainnya tanpa menyebutkan secara terperinci berapa jumlah pemberontak tewas.

"Gerakan tersebut dimulai pada subuh ketika satu unit drone(pesawat tanpa awak) membombardir rumah Abdulraoof Ad Dzahab dan kemudian sejumlah helikopter terbang serta menurunkan pasukan terjun payung di rumahnya dan menewaskan siapa saja yang ada di dalamnya," kata warga, yang tidak bersedia menyebutkan namanya.

"Selanjutnya, beberapa pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah sejumlah serdadu AS yang meninggalkan area tersebut dan sejumlah helikopter mengebom pria bersenjata dan sejumlah rumah sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar," katanya.

Petugas keamanan Yaman dan seorang pejabat setempat menguatkan keterangan warga itu.

Fahd, warga setempat, yang meminta hanya nama depannya ditulis, mengungkapkan bahwa beberapa jasad korban tewas masih berada di bawah reruntuhan bangunan dan beberapa rumah serta masjid setempat rusak berat akibat serangan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved