Selasa, 5 Mei 2026

Presiden Baru Amerika Serikat

Puji Demonstran, Obama Ikut Tentang Kebijakan Trump Soal Imigrasi

"Obama pada dasarnya tidak setuju dengan gagasan tentang diskriminasi terhadap individu berdasarkan iman atau agama

Tayang:
AFP PHOTO / JIM WATSON
Barack Obama di Washington, DC, 20 Januar1 2017. 

Negara-negara itu adalah Iran, Irak, Suriah, Sudan, Libya, Yaman, dan Somalia.

Keputusan Trump tersebut sekaligus membuktikan bahwa rancangan perintah eksekutif yang bocor di media adalah dokumen yang benar.

Diberitakan sebelumnya, sebuah draf perintah eksekutif dilansir dua media besar di Anerika Serikat yakni Washington Post dan New York Times.

Dalam satu bagian berkas perintah ekskutif yang belum terkonfirmasi itu tertuang tentang penghentian visa bagi warga dari tujuh negara Muslim.

Juga tertuang kebijakan Trump tentang penghentian program pengungsi.

Seperti diberitakan Reuters, rincian dari perintah eksekutif tersebut belum resmi terungkap ke publik.

Namun, detail tentang perintah eksekutif tersebut diperkirakan akan dirilis Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (28/1/2017) pagi.

Perwakilan Partai Republik Michael McCaul yang menjabat sebagai Ketua House Homeland Security Committee memberikan penjelasan kepada CNN tentang perintah itu.

McCaul mengatakan, perintah tersebut termasuk penghentian pemberian aplikasi visa selama 30 hari, bagi warga dari tujuh negara yang dinilai berpotensi mendatangkan bahaya bagi Amerika Serikat.

Selain itu juga disebutkan penghentian program pengungsi ke Amerika Serikat.

Langkah Trump tersebut kontan mengundang kecaman dari kubu Demokrat, kelompok pembela hak asasi manusia dan kelompok donor semacam Oxfam dan lainnya.

Kecaman sudah terdengar meski detail dari perintah eksekutif itu belum dibeberkan. (AP/Reuters/CNN)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved