Rabu, 8 April 2026

Alamak! Ngamuk Mobilnya Diderek Petugas, Pria Ini Bakar Mobilnya Sendiri

Seorang warga yang tinggal di sekitar Jalan Paseban Raya mengamuk lantaran mobil minibus miliknya diderek petugas

WARTAKOTA
Mobil Carry milik Mamat sudah hangus terbakar setelah disulut api pakai kaos kaki 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang warga yang tinggal di sekitar Jalan Paseban Raya mengamuk lantaran mobil minibus miliknya diderek oleh anggota dari Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, ia membakar mobilnya sendiri hingga sedikit mengenai bagaian belakang mobil derek.

Bahkan lemparan batu juga dilayangkannya sehingga membuat kaca mobil derek pecah. Kejadian berawal saat anggota dishubtrans Jakpus sedang melakukan operasi rutin di seputar Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Di sana, petugas menemukan sejumlah mobil yang terparkir di bibir jalan.

"Tiap hari kan kami lakukan penegakan hukum di wilayah Jakpus. Kebetulan tadi tim tindak mengarah lokasi Jalan Paseban Raya. Ada sejumlah kendaraan parkir dilakukan penderekan," ungkap Harlem Simanjutak, Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Jakarta Pusat, saat dihubungi, Jumat (3/2).

Warga yang diketahui berinisial M tersebut lantas melakukan perlawanan.
Tindakan agresifnya ditunjukkan dengan cara membakar mobilnya sendiri yang disulut melalui kaos kaki yang dibakarnya.

"Tapi yang satu ini tidak terima mobilnya diderek sehingga melakukan pembakaran. Dia bakar awalnya dengan kaos kaki disundutnya, dibakarnya pas mobil sudah diderek" tuturnya.

Petugas yang lengah kemudian terpaksa menghindar untuk menyelamatkan diri. Beruntung mobil tua bermerk Carry yang sudah terbakar itu hanya sedikit mengenai bagian belakang mobil derek.

Saat ini, mobil tersebut sudah berada di Mapolres Jakarta Pusat.
Pihak kepolisian saat ini sedang menginterogasi tersangka yang berdomisili di sekitar Jalan Paseban Raya itu.

Rudi (47), seorang warga Paseban, menyatakan bahwa Mamat memang berniat untuk membakar mobilnya sendiri apabila petugas Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Sudinhubtrans) Jakarta Pusat (Jakpus) kembali menindak mobilnya akibat parkir di pinggir Jalan Paseban Raya.

"Pak Mamat pernah bilang ke saya, 'pokoknya rud, saya gak ridho kalau mobil saya diderek lagi, mendingan saya bakar tuh mobil', begitu katanya," ucap Rudi di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Hal tersebut dikatakannya karena Mamat merasa kesal dengan operasi yang dilakukan oleh petugas Dishubtrans Jakpus. Sebab, sebelum kejadian pembakaran mobil tadi pagi, empat pentil ban mobil tuanya pernah dilepas oleh petugas.

"Mobilnya sudah sering dikempesin. Kadang-kadang pentilnya dicopot sama petugas. Kalau satu sih masih gak apa-apa, tapi kalau empat-empatnya, kan harus dicopot bannya satu-satu, terus dipasang lagi ke tukang ban, repot," katanya.

Itulah yang menyebabkan Mamat naik pitam saat mobilnya kembali ditindak oleh petugas. Rudi menyatakan bahwa Mamat bukanlah orang yang emosional, hal tersebut membuat ia berpendapat wajar apabila ia mengamuk karena berkali-kali merasa terganggu.

"Orangnya baik kok, dekat sama warga-warga lain. Hanya saja, mungkin dia sangat kesal tadi pagi," kata Rudi.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved