Rabu, 22 April 2026

Kakak Pemimpin Korut Dibunuh di Malaysia

Dua Tersangka Masih di Malaysia. Salah Satunya Pejabat Kedutaan Korut?

Kepala Polisi Khalid Abu Bakar pada Rabu (22/1/2017) mengatakan kedua tersangka masih berada di Malaysia dan sudah dipanggil untuk pemeriksaan

YOUTUBE
Pria yang diyakini sebagai Kim Jong Nam sedang melihat papan check in di Bandara Internasional Kuala Lumpur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia mengidentifikasi satu pejabat senior di Kedutaan Besar Korea Utara di antara para tersangka perkara pembunuhan Kim Jong-nam dan menyatakan tersangka lainnya seorang staf maskapai penerbangan negara Korea Utara.

Kepala Polisi Khalid Abu Bakar pada Rabu (22/1/2017) mengatakan kedua tersangka masih berada di Malaysia dan sudah dipanggil untuk pemeriksaan.

Ia mengatakan, diplomat Korea Utara yang menjadi tersangka pangkatnya sekretaris kedua di kedutaan.

"Dia sekretaris kedua di kedutaan...mereka tidak ditahan, mereka sudah dipanggil untuk dimintai keterangan," kata Khalid kepada para reporter dalam konferensi pers.

"Tersangka lainnya adalah staf Air Koryo," katanya.

Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dibunuh di Kuala Lumpur International Airport pada 13 Februari ketika bersiap terbang ke Makau.

Khalid mengatakan polisi "sangat yakin" empat tersangka lain yang meninggalkan Malaysia pada hari penyerangan sudah pergi ibu kota Korea Utara, Pyongyang.

Pekan lalu, polisi Malaysia menangkap seorang pria Korea Utara dan dua perempuan asal Indonesia dan Vietnam yang diduga berkaitan dengan pembunuhan Kim Jong-nam.

Khalid mengatakan, kedua perempuan itu mengusapkan cairan, yang mengandung substansi racun yang belum diidentifikasi, ke wajah Kim Jong-nam.

"Ya, kedua tersangka perempuan tahu bahwa substansi yang mereka punya beracun. Kami belum tahu bahan kimia apa yang digunakan," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

"Mereka menggunakan tangan kosong," katanya, menambahkan mereka diinstruksikan untuk membasuh tangan sesudahnya.

Khalid mengatakan polisi akan memperpanjang masa penahanan tersangka.

Ketegangan diplomatik meningkat antara Korea Utara dan Malaysia sejak pembunuhan itu, dengan bertengkar soal penanganan jenazah korban dan bertukar kata pedas soal penyelidikan yang dilakukan oleh Malaysia.

Malaysia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang menjaga hubungan dengan Korea Utara.

Awal pekan ini Malaysia menarik duta besarnya dari Pyongyang setelah Duta Besar Korea Utara di Kuala Lumpur menyatakan meragukan kelayakan penyelidikan yang sedang berlangsung.

Sumber:
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved