Kunjungan Raja Arab Saudi
Indonesia Targetkan Arab Saudi Investasi Miliaran Dollar AS. Proyek Ini yang Ditawarkan
Atas semua kunjungan Raja Salman dan rombongan, Pemerintah Jokowi menargetkan komitmen investasi senilai USD 25 Miliar dolar buat Indonesia
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi direncanakan akan berkunjung ke Indonesia pada 1 – 9 Maret mendatang.
Raja Salman terlebih dahulu akan melakukan kunjungan kenegaraan pada 1 – 3 Maret, dan kemudian dilanjutkan dengan beristirahat di Pulau Dewata, Bali, pada tanggal 4 – 9 Maret mendatang.
Ini adalah kunjungan kepala negara dari Arab paling bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan sebelumnya dilakukan oleh Raja Faisal pada 46 tahun lalu.
Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Raja Arab Saudi itu akan membawa rombongan terbesar, sekitar 1500 orang, 10 menteri dan 25 pangeran.
Apa saja harapan Indonesia dibalik kunjungan bersejarah Raja Salman?
Berdasarkan keterangan Seskab, Selasa (21/2/2017) lalu, akan ditandatangani investasi perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Cilacap dengan nilai 6 miliar dollar AS, ketika Raja Salman bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan.
Selain itu, juga akan ada project lain yang akan ditandatangani, kurang lebih sebesar 1 miliar dollar AS dan project-project lainnya.
Atas semua kunjungan Raja Salman dan rombongan, Pemerintah Jokowi menargetkan komitmen investasi senilai USD 25 Miliar dolar buat Indonesia.
“Tadi bapak presiden mengharapkan bahwa investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai dengan 25 miliar dollar AS,” ujar Pramono.
Terkait kerja sama di sektor energi, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pertamina (Persero), dalam hal ini tak mau menyia-nyiakan kedatangan Raja Arab ini.
Apalagi kunjungan Raja Salman berdekatan dengan Project Expose (penawaran proyek) Grass Root Refinery (GRR) Bontang yang dilakukan pada 28 Februari 2017.
Terlebih lagi, Pertamina sedang mencari mitra strategis untuk pembangunan GRR Bontang. Maka, BUMN pelat merah sektor migas ini pun akan menawarkan kerja sama tersebut.
"Kaitannya dengan Raja Salman, semua kami berikan kesempatan. Apakah Saudi Aramco, PTT, Sinopec, nanti kami pilah," ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, Jumat (24/2/2017).
Rachmad Hardadi berharap dari pihak Arab Saudi dapat berperan dalam pengembangan proyek GRR Bontang.
Maka dari itu, pihaknya berharap pemerintah bisa membuka jalan untuk Raja Salman berdialog dengan Pertamina.
"Ini kunjungan yang sangat bagus, hubungan Presiden kita dengan Raja Salman luar biasa. Pendekatan yang dilakukan Presiden kita betul-betul berhasil dengan sangat cantik. Dalam kunjungan ini tentu upaya sinergi jadi pembicaraan yang sangat baik," kata Rachmad Hardadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/raja-salman_20170223_105829.jpg)