Dampak Isu Penculikan Anak, Termos Penjual Es Keliling Dibongkar Warga. Jualan Langsung Sepi!
Pedagang mengeluh jualan sepi akibat isu penculikan anak. Pedagang es mengaku termosnya dibongkar warga, dirinya diinterogasi!
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANJARNEGARA- Hampir seharian Karyanto menjajakan pakaian keliling desa di Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, beberapa waktu lalu. Tak satupun dagangannya laku terjual.
Alih-alih mendapatkan pelanggan, ia justru memperoleh perlakuan tak mengenakkan dari warga saat menawarkan dagangan.
Sejumlah warga menghampirinya, namun bukan untuk membeli. Mereka menginterogasi Karyanto dengan nada tinggi. Warga ingin memastikan apakah dirinya bagian dari sindikat penculikan anak, seperti tersiar di media sosial.
"Saya takut kalau jadi korban fitnah terus mereka mengamuk saya. Apalagi saya bukan orang situ"katanya, Jumat (24/3).
Baca: Mengejutkan! Inilah Tanda-Tanda Istri Anda Sedang Selingkuh dengan Pria Lain
Meski dibayangi ketakutan, untung saja, Karyanto lolos setelah berhasil meyakinkan mereka bahwa dia hanya berniat berjualan di desa tersebut, tidak ada maksud jahat. Untuk meyakinkan mereka, Karyanto sampai mengeluarkan kartu identitas diri dan menunjuk beberapa orang yang ia kenal di desa tersebut.
Rupanya teman Karyanto sesama pedagang juga mengalami nasib sama. Mereka mengeluhkan sepinya pemasukan karena dagangan tak laku.
Isu penculikan anak membuat rizki mereka mampet. Orang-orang sama menaruh curiga terhadap pedagang yang notabene bukan penduduk asli desa.
Seorang penjual es yang biasa berkeliling di wilayah Kecamatan Banjarmangu, kata Karyanto, bahkan sempat diberhentikan oleh warga saat berjualan keliling. Ia diinterogasi mengenai asal usul dan tujuan masuk ke desa tersebut.
Barang-barangnya juga diperiksa untuk mencari benda mencurigakan.
"Termos esnya sampai dibuka, barangkali jadi modus untuk menyembunyikan anak kecil,"katanya
Isu penculikan anak juga membuat perekononian sejumlah pedagang kecil di Kecamatan Purwanegara lumpuh.
Karso, pedagang tahu bulat di wilayah Kecamatan Purwanegara memilih berjualan dengan mangkal di depan sekolah dasar.
Ia memutuskan menahan diri untuk berjualan keliling desa dalam kondisi seperti saat ini.
"Saya memilih mangkal di sini, karena sudah banyak yang kenal saya,"katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penjual-keliling_20170324_134443.jpg)