Senin, 4 Mei 2026

Dampak Isu Penculikan Anak, Termos Penjual Es Keliling Dibongkar Warga. Jualan Langsung Sepi!

Pedagang mengeluh jualan sepi akibat isu penculikan anak. Pedagang es mengaku termosnya dibongkar warga, dirinya diinterogasi!

Tayang:
Tribunjateng/khoirul muzaki
Pedagang jajanan anak keliling di kecamatan Purwanegara Banjarnegara 

Dengan tidak berkeliling, omset harian Karso tentu saja menurun.

Karso dulu biasa berjualan keliling desa. Saat ia memarkir kendaraan dan membunyikan klakson, anak-anak biasa berlarian dan mengerumuni gerobaknya untuk mengantre membeli. Aneh, akhir-akhir ini, ia tidak menemui fenomena itu kembali.

Desa yang ia datangi lengang dari aktivitas bocah. Karso melihat sejumlah orang tua justru menyuruh anak mereka masuk ke dalam rumah saat ia datang. Mereka hanya mengintip-intip melalui jendela atau pintu yang setengah terbuka.

Baca: Edan! Anak Diculik Lalu Disuruh Jadi Pemulung Oleh Pasutri, Ini Pengakuan Pelaku

"Malah anak-anak disuruh masuk kalau ada pedagang lewat. Padahal yang biasa membeli jajanan saya anak-anak,"ujarnya

Karso merasa tak nyaman karena kedatangannya dicurigai. Alih-alih membeli, beberapa warga yang ia temui mencecar pertanyaan bernada interogasi.

Karso tidak tahu sampai kapan masyarakat akan terus memasang curiga pada orang asing.

Yang jelas, ia merasa sangat dirugikan karena sumber rizkinya tersumbat karena isu penculikan itu.

"Padahal saya juga orang sini, cuma beda desa. Saya gak habis pikir, apa mereka sudah hilang akal sehatnya. Kalau terus-terusan begini, saya gak bisa dagang,"katanya

Para orang tua di Purwanegara dilanda kecemasan mendalam karena diterpa isu penculikan anak.

Sebagian besar anak SD di SD N Pucungbedug, Purwanegara diantar oleh orang tuanya. Padahal anak-anak mereka biasa berangkat sendiri ke sekolah sebelumnya.

Sebagai ibu dari dua orang anak, Eni, warga desa Pucungbedug, Purwanegara merasa was-was karena isu itu. Ironisnya, putri kecilnya yang duduk di bangku kelas 5 SD N Pucungbedug, Maila turut dilanda trauma.

Sejak menerima pesan berantai berupa video tentang penculikan anak dari temannya, Maila jadi sering susah tidur dan selalu meminta ditemani saat mau tidur.

Anak kecil itu juga ketakutan saat bertemu orang yang tak dia kenal.

"Anak saya jadi trauma. Videonya memang mengerikan, saya jadi tak doyan makan habis nonton. Entah benar atau tidak videonya, tetap saja orang tua cemas,"katanya

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved