Sabtu, 11 April 2026

REI Khusus Batam Gelar Musda dan Seminar Perizinan, Ada REI Expo Juga Lho

Djaja mengatakan, Musda REI kali ini memiliki arti penting lantaran pihaknya tidak sekadar menggelar seminar terkait lesunya usaha properti di Batam.

Penulis: Dewi Haryati |
tribunbatam/argianto
Foto bersama usai pembukaan REI Expo Batam 2016. REI Khusus Batam akan menggelar Musda ke-6, April 2017 mendatang serta REI Expo 

Laporan Tribun Batam Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - DPD REI Khusus Batam akan menggelar Musyarawah Daerah (Musda) ke-6, pada 5 April mendatang.

Kegiatan itu disejalankan dengan pelaksanaan REI Expo ke-14.

Demikian disampaikan Ketua DPD REI Khusus Batam, Djaja Roeslim kepada wartawan, Kamis (30/3/2017) di Batam Center.

Djaja mengatakan, Musda REI kali ini memiliki arti penting lantaran pihaknya tidak sekadar menggelar seminar terkait lesunya usaha properti di Batam.

Lebih jauh, REI juga akan memilih pimpinan baru, menggantikan posisinya sebagai Ketua DPD REI Khusus Batam.

"Ya, di Musda itu juga akan ada pemilihan untuk pergantian Ketua REI," ujar dia.

Dikatakan, ada 11 bakal calon (balon) Ketua DPD REI Khusus Batam yang akan bersaing.

Djaja tidak merinci keseluruhan balon itu. Yang ia tahu, di antaranya termasuk Achyar yang kini menjabat Sekretaris DPD REI Khusus Batam.

"Penjaringan 31 Maret. Yang boleh dipilih sebagai ketua ada 11 orang. Itu kriterianya. mereka pernah jadi wakil ketua, sekretaris, bendahara," kata Djaja.

Ketua Panitia Musda Paijan menambahkan, Musda ke-6 REI ini digelar di Harris Hotel Batam Center.

Tema yang diangkat: Batam Di Tengah Deregulasi Perizinan dan Peningkatan Pelayanan Publik.

Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam juga akan menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

"Mengapa kami angkat tema itu? Perizinan khususnya di bidang properti sekarang ini mati suri. Berbagai macam kesulitan dihadapi. Diharapkan, sumbatan-sumbatan yang selama ini buat susah perizinan properti di Batam semakin terbuka. Duduk sama-sama mencari solusi terbaiknya," ujar Paijan.

Deregulasi memang diharapkan jadi solusi atas permasalahan yang terjadi di lapangan.

Mengingat, ada banyak persyaratan untuk mengurus satu perizinan, belum lagi waktunya yang terbilang lama, mahal dan sulit.

"Kami berharap persyaratan perizinan yang buat lama itu bisa dipotong. Perizinan akan cepat, murah, dan mudah bagi pengembang yang melakukan usahanya," ujar dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved