NGERI. Pelaku Selalu Potong Payudara Korban. Mantan Polisi Ini Kini Jadi Tersangka
Padahal, di tahun itu dia menikah dengan seorang dokter gigi dan hidup layaknya keluarga bahagia dan baik-baik
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NOVOSIBIRSK - Setelah bertahun-tahun melakukan penyelidikan, polisi Rusia akhirnya menangkap lelaki berumur 52 tahun sebagai tersangka pembunuhan berantai di negara itu.
Pria bernama Evgeny Chuplinsky itu merupakan mantan polisi. Dia didakwa sebagai pembunuh 19 wanita di Kota Novosibirsk, Rusia.
Aksinya sangat kejam dan dia membuat tanda-tanda motif setan di setiap pembunuhan.
Pelaku selalu memotong payudara korban, kemudian membuat sayatan-sayatan bermotif pemujaan setan di kepala.
Aksi pembunuhan itu dilakukan dalam kurun tahun 1998 sampai 2000.
Baca: GAWAT! Korea Utara Akan Lakukan Serangan Nuklir Jika Amerika Serikat Serang Pyongyang
Baca: Korea Utara Perkenalkan Pasukan Khusus Terbaru. Ini Perlengkapan Mereka
Baca: Gadis 15 Tahun Imigran Kenya Ini Membuat Heboh London. Suaranya Bikin MERINDING
Padahal, di tahun itu dia menikah dengan seorang dokter gigi dan hidup layaknya keluarga bahagia dan baik-baik. Mereka dikarunia dua anak yang kini sudah remaja.
Evgeny dikenal ayah dan suami yang baik. Banyak yang tak percaya Evgeny yang bekerja sebagai tukang bangunan dan sopir taksi itu merupakan tokoh serangkaian pembunuhan yang disebut Russian Jack the Ripper.
Saat diinterograsi, dia mengatakan, "Saya bukan Winnie the Pooh, tapi juga bukan seorang monster."
Serangkaian pembunuhan sadis pada rentang waktu 1998-2000 itu memang sempat menggegerkan Rusia.
Selain kejam, pelaku selalu meninggalkan tanda-tanda pemujaan setan dalam diri mayat korban.
Dengan menggunakan pisau, ia mengukir simbol-simbol setan di tubuh korban, selain juga memotong payudara.
Beberapa korban ditemukan, tapi sebagian yang lain tak ditemukan sampai pencarian berakhir pada 2006.