Pemeriksaan Kejari, Kasus ADD Malang Rapat Bintan Ditemukan Kerugian Negara Sebesar Ini

Pemeriksaan Kejari Pinang, kasus ADD Malang Rapat Kabupaten Bintan ada temuan kerugian negara sebesar ini. Ini komentar Kades Malang Rapat!

Pemeriksaan Kejari, Kasus ADD Malang Rapat Bintan Ditemukan Kerugian Negara Sebesar Ini
batamtoday.com
Kepala Kejari Tanjungpinang, Harry Ahmad

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Kades Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Yusran membenarkan dirinya sudah diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang dalam dugaan kasus penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) di badan usaha milik desa (Bumdes).

Baca: Tragis! Inilah Kisah Pilu Fitriani: Aku Dijual Suamiku Sendiri Hanya Demi Uang Rp 50 Ribu!

Baca: Bikin Merinding! Inilah Kisah dan Kepercayaan Mistis Yang Dialami Pasukan TNI Saat Bertugas!

"Saya baru diperiksa dua kali. Pemeriksaan saya seputar apa yang saya ketahui mengenai Bumdes,"ujar Yusran dihubungi pada Selasa (18/4/2017).

Saat disinggung kabar dirinya sudah ditetapkan statusnya menjadi tersangka, Yusran menanggapinya biasa. "Ah taklah, baru dua kali kok diperiksa,"katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Tanjungpinang memeriksa sang kades dalam dugaan korupsi anggaran dana desa tahun 2016 yang digulirkan dalam bentuk badan usaha milik desa (Bumdes). Anggaran dana desa itu senilai Rp 1,7 miliar. Berdasarkan pemeriksaan oleh Kejari, ada temuan kerugian senilai Rp 300 juta.

Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Tanjungpinang Herry Ahmad kepada media pada 4 April 2017, di Kijang, Bintan Timur mengatakan, pemeriksaan anggaran dana desa yang mereka selidiki dalam hal peruntukan. Anggaran dana desa diindikasikan tak sesuai peruntukan.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved