Venezuela Rusuh! Dua Mahasiswa dan Satu Polisi Tewas Tertembak

Ratusan ribu orang turun ke jalan. Para pendukung dan simpatisan kubu oposisi menggelar aksi di Caracas dan kota-kota lain di negara itu

Editor: Mairi Nandarson
(MARCO BELLO)
Massa oposisi turun ke jalan menentang pemerintahan Persiden Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Rabu (19/4/2017). Tiga orang tewas dalam bentrokan hari itu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, CARACAS - Dua mahasiswa dan satu petugas Garda Nasional Venezuela tewas ditembak dalam sebuah aksi massa berubah rusuh, Rabu (19/4/2016) waktu setempat atau Kamis ini WIB.

Massa menggelar aksi protes untuk menenteng pemerintahan kiri Presiden Nicolas Maduro di tengah krisis ekonomi yang mendera negara itu, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (20/4/2017) ini.

Ratusan ribu orang turun ke jalan. Para pendukung dan simpatisan kubu oposisi menggelar aksi di Caracas dan kota-kota lain di negara itu dalam apa yang disebut “induk dari semua pawai”.

Baca: Joe Suk, Pemain Belanda Berdarah Indonesia yang Masih Punya Mimpi Bela Timnas

Baca: Tanah Mereka Disita, Warga Sandera Polisi dan Pejabat Pemerintah

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata di bagian barat ibukota dan seorang remaja yang tertembak di kepala dekat demonstrasi anti pemerintah tewas sewaktu menjalani pembedahan.

Sementara itu kantor berita Associated Press melaporkan, kejaksaan langsung melakukan penyelidikan atas situasi penembakan seorang anak laki-laki Carlos Moreno.

Menurut seorang saksi, Moreno terkena tembakan dari milisi loyalis Maduro.

Baca: NGERI! Keluarga Ini Kaget, Pagi-pagi Ada Seekor Buaya di Teras Rumahnya

Baca: ALAMAK! Tiru Adegan Film Kartun, Bocah 7 Tahun Ini Terjun Pakai Payung dari Lantai 10 Rumahnya

Saksi lain mengatakan, dia diserang ketika berjalan pulang dari pertandingan sepak bola.

Kematian Moreno merupakan yang kedelapan akibat demonstrasi massal yang telah digelar dalam hampir tiga minggu.

Di Washington DC, pejabat pemerintah AS khawatir pemerintah Venezuela sedang menekan oposisi.

“Kita prihatin pemerintah melanggar konstitusinya sendiri dan tak mengizinkan oposisi menyalurkan suara mereka atau berkumpul sebagai cara untuk mengekspresikan pandangan rakyat Venezuela,” kata Menlu AS, Rex Tillerson, Rabu di Washington DC.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah demonstran anti-pemerintah di Caracas, Venezuela, Rabu (19/4/2017). Awalnya unjuk rasa damai, lalu rusuh sehingga tiga orang tewas hari itu.
Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah demonstran anti-pemerintah di Caracas, Venezuela, Rabu (19/4/2017). Awalnya unjuk rasa damai, lalu rusuh sehingga tiga orang tewas hari itu. (kompas.com/AP)

Maduro mengatakan, di bawah fasad yang damai, demonstrasi tersebut tidak lebih dari upaya oposisi untuk memicu sebuah kudeta untuk mengakhiri sosialisme di Venezuela.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved