Kasus Dugaan Korupsi ADD Desa Malang Rapat, Kejari Pinang Panggil 13 Saksi‎ Keperluan Ini

Kasus dugaan korupsi dana ADD di Desa Malang Rapat, Kejari Tanjungpinang panggil 13 saksi untuk keperluan ini!

Kasus Dugaan Korupsi ADD Desa Malang Rapat, Kejari Pinang Panggil 13 Saksi‎ Keperluan Ini
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi. Kejari Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Kasus penyelewengan alokasi dana desa (ADD) Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Desa Malang Rapat Kabupaten Bintan yang menyeret nama Kepala desa Malang Rapat, Yusron masih dalam proses perlengkapan berkas penyidikan Kejari Tanjungpinang.

Baca: Aduh! Termakan Rayuan Seorang Kakek di FB, Gadis Ini Kehilangan Motor Usai Ditiduri

Baca: Heboh, Beredar Video Bule Begituan di Bali, 59 Cewek Indonesia Jadi Mangsanya, Termasuk di Batam!

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Beny Siswanto SH MH Kepala Seksi Bidang Pidana khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang menuturkan bahwa pihaknya pada jumat (21/4) memanggil para saksi. Total saksi yang telah dipanggil dalam kasus ini mencapai 13 orang. Namun kemungkinan akan dihadirkan saksi lain untuk memperkuat bukti dan keterangan dapat dilakukan.

"Kemarin jumat kita periksa kembali para saksi. Kita kebut penyidikan kasus ini agar cepat terselesaikan dan dapat dilimpahkan berkasnya ke Pengadilan," kata Benny Siswanto dikonfirmasi, Minggu (23/4/2017).

Para saksi ini masih seputar para perangkat desa ‎hingga pegawai BUMdes. Mereka disinyalir mengetahui asal-usul penggunaan dana desa yang dialokasikan kepada BUMdes. Ditanya hasil audit BPKP, ia mengaku belum keluar. Namun perhitungan sementara kerugian negara telah diketahui.

"Ada 300 juta kerugian negara ini. Kita telah tetapkan tersangka karena temuan melawan hukumnya sudah terlihat berdasarkan keterangan saksi dan barang buktinya," tambahnya.

Dua alat bukti baik materil dan formil telah di kantongi. Sehingga tidak ada yang salah dan telah sesuai SOP penetapan tersangka. "Kita juga tak henti disitu saja. Jika ada beberapa bukti yang menguatkan para pihak lain, kita juga tidak ragu," tutupnya. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Senin (24/7/2017)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved