Senin, 13 April 2026

Pengusahanya Banyak Pindah ke Kendal, Menlu Singapura Tak Enak Hati dengan Batam

Singapura bertanya kapan masalah yang terjadi di Batam akan selesai karena mereka butuh kepastian hukum dan kejelasan dalam berinvestasi.

Humas Pemko Batam
Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakrishnan saat bertemu dengan Walikota Batam, Muhammad Rudi di Best Western Premier Panbil, Selasa (25/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakrishnan berharap regulasi di Batam diperjelas alurnya.

Hal ini disampaikan Vivian saat bertemu dengan Walikota Batam, Muhammad Rudi di Best Western Premier Panbil, Selasa (25/4/2017).

"Mereka (Singapura) hanya minta regulasi satu garis. Itu saja intinya. Kalau regulasi satu garis, Beliau akan bawa investasi ke sini lagi karena menjualnya juga enak. Tujuan kita juga itu, regulasi satu garis, sehingga investasi tidak berbelit-belit," kata Rudi usai pertemuan, seperti disampikan dalam rilis Humas Pemko Batam.

Menurut Rudi, pada pertemuan tersebut Menlu Singapura lebih banyak mempertanyakan kondisi Batam.

Singapura bertanya kapan masalah yang terjadi di Batam akan selesai karena mereka butuh kepastian hukum dan kejelasan dalam berinvestasi.

"Saya beri penjelasan bahwa saat ini dalam tahap penyelesaian oleh Pak Presiden melalui Menko Perekonomian," kata Rudi.

Pada pertemuan singkat ini juga terungkap bahwa investor Singapura mulai berpindah ke Kendal.

Menlu merasa tidak enak jika hal tersebut terus terjadi.

Padahal ada Batam yang lebih dekat secara geografis dengan Singapura serta sudah terjalin kerjasama di berbagai bidang selama bertahun-tahun.

"Mereka malu hati karena sudah banyak yang pindah ke Kendal. Mereka tidak mau seperti itu. Tapi mereka juga butuh kepastian hukum. Di Kendal kepastian hukum jelas. Saya jelaskan bahwa Batam menuju ke sana, mudah-mudahan dalam waktu dekat Pak Presiden bisa selesaikan," kata dia.

Rudi mengatakan Menlu Singapura juga berjanji akan bantu menyampaikan hal ini ke Presiden Jokowi agar permasalahan di Batam bisa segera diselesaikan.

Karena investasi Singapura di Batam sudah banyak.

"September akan ada pertemuan seluruh kepala negara di Singapura. Beliau akan coba sampaikan kepada Presiden Jokowi di sana. Namun saya minta lebih cepat lagi, tidak harus menunggu bulan September " ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved