Kamis, 7 Mei 2026

Awalnya Berniat Mencuri, Begini Kronologi Pembunuhan Sadis Dosen Undip

Korban yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Undip ternyata tewas dibunuh, dan mayatnya dibuang di Banjarnegara.

Tayang:
TRIBUN JATENG
Polisi mengevakuasi jenazah korban 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Sat Reskrim Polrestabes Semarang bersama Polsek Semarang Tengah, Polres Wonosobo dan Polres Banjarnegara mengungkap kasus hilangnya Nanik Tri Mulyani (72) warga Jalan Plampitan Semarang Tengah, Jateng, Minggu (23/4/2017) lalu.

Korban yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Undip ternyata tewas dibunuh, dan mayatnya dibuang di Banjarnegara.

"Kasus ini masuk tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pasalnya 365 ayat 3 dan 4 KUHP," beber Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Kemas Indra Natanegara melalui telepon, Sabtu (29/4/2017).

Nanik Tri Mulyani (72), dosen Fakultas Kedokteran Undip semasa hidup
Nanik Tri Mulyani (72), dosen Fakultas Kedokteran Undip semasa hidup (TRIBUN JATENG)

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Mereka adalah Parman (22) dan Supardi (22). Keduanya warga Dusun Banyu Kembar, Desa Krangen Wetan, Watu Malang, Wonosobo.

Baca: SADIS. Dikira Hilang, Dosen Ini Ternyata Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Selokan

Baca: Setelah Telkomsel, Giliran Website Resmi Indosat Ooredoo Diserang Hacker

Baca: Wisata Hutan Nggak Kalah Seru Sama Nge-Mal. Coba Jelajahi Mata Kucing

"Supardi sudah kami tangkap, sedangkan Parman masih DPO (daftar pencarian orang)," imbuh Kemas.

Kronologis kejadian, Parman masuk ke dalam kamar korban melalui jendela dapur yang terbuka, Minggu (23/4/2017) pukul 12.00 WIB.

Kemas mengatakan niat awal para tersangka itu adalah mencuri.

Berselang dua jam, korban masuk dalam rumah. Kala itu korban pulang dari Jakarta, setelah menjenguk kerabat.

"Sampai di kamar, Parman langsung mencekik leher korban hingga meninggal," terang Kapolsek.

Peristiwa itu diceritakan Parman ke Supardi.

.
Supardi, pelaku pembunuhan dosen Undip. (DOKUMEN POLSEK SEMARANG TENGAH)

Mereka lalu pergi ke parkiran Rumah Sakit Telogorejo Semarang, untuk mengambil mobil Honda Freed B 1704 NME milik korban.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved