Rabu, 8 April 2026

Hamas: Kami Melawan Israel Bukan karena Agama Mereka Yahudi

Hamas juga menegaskan, bahwa perjuangan menentang pendudukan Palestina adalah hak bangsa Palestina

Editor: Mairi Nandarson
KARIM JAAFAR / AFP
Kepala biro politik Hamas, Khaled Mashal dalam jumpa pers di Doha, Qatar, Senin (1/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DOHA - Kepala biro politik Hamas Khaled Mashal, Senin (1/5/2017) mengumumkan dokumen kebijakan baru Hamas di Doha, Qatar.

Dalam kesempatan yang itu Mashal kembali menyerukan pembebasan menyeluruh Palestina dari pendudukan Israel.

Meski demikian, Hamas juga mendukung terbentuknya negara Palestina sesuai batas 1967 dan menekankan tujuan ini harus terus dipelihara dan dikembangkan.

Mashal mengatakan, Hamas memilih pendekatan baru berdasarkan perkembangan dan fleksibilitas lapangan tetapi tetap tanpa mengkompromikan prinsip yang sudah dipegang.

Baca: YA AMPUN! Pria Ini Ceraikan Isitrinya Gara-gara Bagikan Foto Makanan yang Dipesan ke Medsos

Baca: Presiden AS Donald Trump Ingin Bertemu Langsung Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

Mashal menambahkan, dokumen baru Hamas itu tetap tidak mengakui keberadaan Israel dan hak tak mengakui Israel itu tak bisa dibatasi.

Hamas juga menegaskan, bahwa perjuangan menentang pendudukan Palestina adalah hak bangsa Palestina.

Meski tak mengakui keberadaan Israel, dalam dokumen baru itu Hamas menghapus seruan eksplisit untuk menghancurkan Israel.

"Kami tidak memerangi Israel karena mereka beragama Yahudi. Kami memerangi mereka karena agresi kaum Zionis," tambah Mashal.

Namun, Mashal menegaskan, Hamas tidak akan pernah melakukan negosiasi langsung dengan Israel dalam kondisi apapun.

"Kebijakan kami adalah tidak melakukan negosiasi langsung dengan Israel karena situasi dan kondisinya tak membuat kamu yakin bahwa akan ada hasil yang diperoleh dari negosiasi itu," tambah Mashal.

Selain itu, Hamas juga menegaskan, organisasi tersebut menjaga jarak dari Ikhwanul Muslimin demi menjaga hubungan baik dengan Mesir.

Baca: Mau Dikirim ke Dubai, Tiga Orang yang Diamankan di Hang Nadim adalah Korban Trafficking

Meski dokumen baru perjuangan Hamas ini jauh lebih moderat dan diharap menghindarkan kelompok itu dari tuduhan melanggar hukum internasional, Israel tetap tak percaya begitu saja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved