Mellennial

Cerdas Hadapi Hectic Skripsi

Yang perlu diingat guys, skripsi itu bukan untuk ditakuti ya tapi dijalani. Sebab, suka atau tidak suka, skripsi kudu diselesaikan.

TRIBUN BATAM
Mellennial 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - MENJADI seorang mahasiswa, cepat atau lambat, pastinya menempuh satu fase yang disebut sebagai mahasiswa tingkat akhir.

Di tingkat akhir ini, beban mata kuliah memang semakin berkurang tetapi kamu harus menghadapi yang namanya tugas akhir atau skripsi.

Mendengar kata skripsi, memang agak “mengerikan” ya guys, terlebih saat kamu belum mempunyai persiapan matang menghadapinya. Mulai dari pemilihan judul, pemilihan referensi, hingga pemilihan dosen pembimbing yang sesuai, semuanya harus dipikirkan.

Yang perlu diingat guys, skripsi itu bukan untuk ditakuti ya tapi dijalani. Sebab, suka atau tidak suka, skripsi kudu diselesaikan.

"Skripsi itu bukan untuk ditakuti tetapi dijalani. Karena dalam membuat skripsi tidak harus sesuai dengan passion dosen pembimbing tetapi disesuaikan dengan passion dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Tugas dosen itu sebagai motivator sekaligus fasilitator," ungkap Suryo Widiantoro, selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Strata Satu (S1) Sistem Informasi di Univeristas Universal, Selasa (9/5).

Tidak dipungkiri, menjadi mahasiswa tingkat akhir itu memang hectic (sibuk) karena banyak tugas. Apalagi jika kamu termasuk mahasiswa yang harus mengulang banyak mata kuliah karena tidak lulus. Sambil mengerjakan skripsi, tentunya harus mengikuti kuliah di dalam kelas dan mengerjakan tugas-tugasnya.

Jika hal itu yang kamu hadapi, Suryo mengungkapkan bahwa santai itu perlu tapi harus kembali melihat tujuan akhir yang ingin dicapai dari kuliah.

Satu-satunya cara agar semua bisa dilalui adalah cerdas mengelolah waktu atau time management. Satu yang sangat perlu dihindari adalah budaya mengerjakan tugas dengan sistem kebut semalam (SKS).

Guys, di tingkat akhir ini, kamu juga harus benar-benar peduli dengan nilai indeks prestasi komulatif (IPK) yang kamu miliki. Jangan sampai, kamu lulus dan menyandang predikat sarjana tetapi IPK kamu pas-pasan (2,75) atau bahkan di bawah rata-rata.

Jika hal itu terjadi, kamu bisa menyesal kemudian karena lowongan pekerjaan dan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi itu, rata-rata minimal 2,75 bahkan di atasnya.

Gelar akademik dan ijazah yang kamu miliki, bukan sekadar angka-angka di atas kertas, tapi lebih dari itu, merupakan modal dasar untuk mendapatkan peluang yang lebih besar.

TIPS

Jangan Panik Hadapi Skripsi

1. Tingkatkan Motivasi
Motivasi menyelesaikan skripsi harus dibangun dan terus ditingkatkan. Dengan motivasi yang tinggi maka skripsi bisa cepat terselesaikan.

2. Komitmen
Apa yang diinginkan dan diharapkan akan membentuk suatu komitmen untuk terus mengerjakan skripsi. Kamu yang belum mempunyai komitmen biasanya juga belum mempunyai gambaran ke depan untuk menjadi apa setelah lulus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved