KEREN. Siswa MTs Ini Ciptakan Listrik dari Pohon Kedondong Pagar. Begini Caranya
Naufal menceritakan awalnya ia mulai mengenal adanya kandungan listrik dari buah-buahan melalui pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolahnya.
Perihal biaya, tutur Naufal, untuk dua lampu pada satu rumah menghabiskan dana sebesar Rp 1,2 juta, yang ke depannya akan difasilitasi oleh Pertamina.
"Jadi, fasilitas itu Pertamina semua yang nanggung, masyarakat tinggal sediakan pohon aja, jadi alat dari kita," imbuh Naufal.
Naufal memulai penemuannya tentang pohon kedondong pagar berlistrik itu ketika usianya 12 tahun, atau ketika duduk di bangku kelas 1 SMP.
Namun berdasarkan cerita dari orangtuanya, Naufal sudah memiliki bakat bereksplorasi sejak duduk di Taman Kanak-kanak (TK), seperti membongkar mobil-mobilan, dan menggunakan dinamo penggerak mainannya untuk menggerakkan mainan lain. Bakat tersebut juga turun dari ayahnya yang menggeluti bidang elektronika.
"Jadi orangtua saya bekerja di bidang elektronik, seperti menerima servis elektronik kayak kulkas, sound system. Jadi aku tertarik elektronik karena asyik, menantang. Kita harus teliti, seperti cara membuat speaker, dan lain lain," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/naufal-raziq_20170520_090931.jpg)