VIDEO. Satpol PP Karimun Razia Hotel Berubah Jadi Kos-kosan: Kami Akan Kenakan Sanksi

Sekarang kami data dulu, kasih pengarahan dulu, nanti kalau ulangi lagi kesalahan yang sama, baru akan kami berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku

Penulis: Rachta Yahya

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kasatpol PP Pemkab Karimun, AKBP Tengku Abdurrahman mengatakan, warga yang terjaring dalam razia kos-kosan akan dikenakan sanksi apabila ke depannya kedapatan mengulangi kesalahan yang sama.

"Sekarang kami data dulu, kasih pengarahan dulu, nanti kalau ulangi lagi kesalahan yang sama, baru akan kami berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujar AKBP TA Rahman kepada Tribun Batam, Rabu (24/5/2017).

Sebanyak 32 warga terjaring razia, 24 orang diantaranya perempuan dan sisanya delapan pria.

Mereka diketahui tidak memiliki identitas seperti KTP dan dicurigai pasangan kumpul kebo.

Mereka digaruk dari sejumlah kos-kosan di bilangan bekas pasar Puakang dan hotel yang sudah berubah fungsi jadi kos-kosan di jalan Setia Budi.

"Ini semua demi kebaikan mereka juga, kalau terjadi suatu kemalangan dan mereka tidak punya identitas, bagaimana? Bagi yang kumpul kebo, ini mau masuk puasa, jangan sampai nanti digeruduk warga atau Ormas, tentu kita tidak inginkan itu terjadi. Kalau suka, ya dinikahi dong," pesan Rahman.

Rahman juga mengaku menemukan sejumlah hotel yang sudah beralih fungsi menjadi kos-kosan.

Ia khawatir, perubahan itu tidak dilaporkan yang akan merugikan pendapatan daerah dari sektor pajak.

"Kami sudah laporkan ke pihak kelurahan biar didata dan dicek. Kos-kosan kan ada perdanya, tetap harus bayar pajak," katanya.

Razia digelar oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Dishub, Damkar, Lurah, RT dan RW. Total tim tersebut berjumlah sekitar 40 orang. (*)

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved