Jumat, 17 April 2026

Aneh, Sudah Tujuh Kali Terpidana Mati Ini Selalu Batal Dieksekusi

Saat menghadapi rencana eksekusi ketujuh, Arthur tak mengundang keluarganya karena hal ini terlalu menyakitkan bagi semuanya

Editor: Mairi Nandarson
Alabama Department of Corrections / AFP
Tommy Arthur, terpidana mati sejak 1983. 

Sementara para pendukung hukuman mati geram karena kuasa hukum Arthur terus mencari celah dalam sistem hukum untuk menyelamatkan klien mereka.

"Tommy Arthur adalah seorang ahli 'meloloskan diri'," kata Direktur Kelompok Advokasi Victims of Crime dan Leniency (VOCAL), Janette Grantham.

Omar berbobot 14 kilogram dengan panjang tubuh 120 centimeter.
Omar berbobot 14 kilogram dengan panjang tubuh 120 centimeter. (Instagram)

Baca: WOW! Kucing Ini Lebih Besar dari Anjing. Panjang Tubuhnya 1,2 Meter. Terpanjang di Dunia?

"Dia menggunakan berbagai cara yang ada dalam aturan untuk memanipulasi pengadilan selama 34 tahun terakhir," kata Janette.

"Dia menggunakan berbagai trik yang dimungkinkan untuk memanipulasi publik agar percaya bahwa dia tak bersalah," tambah dia.

"Saya harap, trik sang Houdini segera kosong dan akhirnya dia terjatuh. Tak ada lagi Houdini," lanjut Janette.

Pengadilan menyatakan Arthur bersalah karena bersekongkol dengan kekasihnya saat itu Judy Wicker untuk membunuh sang suami Troy sehingga perempuan itu bisa mencairkan uang asuransi sang suami.

Judy dituduh membayar Arthur 10.000 dolar AS atau dengan kurs saat ini mencapai sekitar Rp 130 juta untuk membunuh Troy Wicker.

Sebelum kasus ini, Arthur pernah mendekam selama lima tahun setelah membunuh adik iparnya pada 1977 dan belum lama dibebaskan saat kasus itu membelitnya.

Rifath Sharook dan satelit KalamSat ciptaannya.
Rifath Sharook dan satelit KalamSat ciptaannya. (KOMPAS.com)

Baca: HEBAT! Remaja India Ini Ciptakan Satelit Teringan di Dunia dan Dipakai NASA

Arthur mengakui dia membunuh adik iparnya yang dia sebut sebagai kecelakaan karena sedang mabuk. Tetapi dia selalu membantah telah membunuh Troy Wicker.

Keponakan Troy Wicker, Vicky Wilkerson mengatakan kepada media bahwa eksekusi terhadap Arthur akan menutup babak penuh kepedihan keluarganya yang sudah dialami selama beberapa dekade.

"Tak ada kata-kata yang bisa digunakan untuk menggambarkan seperti apa perasaan keluarga Wicker. Kami hanya berharap eksekusi tak ditunda lagi," ujar Vicky.

"Keluarga kami berhak mendapat kesempatan menutup babak kehidupan ini dan keadilan atas kehilangan yang dialami keluarga kami serta mimpi buruk yang harus kami lalui," tambah dia.

"Tommy Arthur membuat keluarga kami hidup dalam neraka hanya demi uang 10.000 dolar," lanjut dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved