Rabu, 8 April 2026

Aneh, Sudah Tujuh Kali Terpidana Mati Ini Selalu Batal Dieksekusi

Saat menghadapi rencana eksekusi ketujuh, Arthur tak mengundang keluarganya karena hal ini terlalu menyakitkan bagi semuanya

Editor: Mairi Nandarson
Alabama Department of Corrections / AFP
Tommy Arthur, terpidana mati sejak 1983. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MONTGOMERY - Di kalangan para narapidana, Tommy Arthur (75) mendapat julukan Houdini-nya terpidana mati karena sudah enam kali lolos dari eksekusi.

Houdini atau lengkapnya Harry Houdini (1874-1926) adalah seorang ilusionis AS yang dikenal dengan kemampuannya meloloskan diri dari berbagai jebakan maut.

Sudah enam kali dia mengundang keluarganya untuk pertemuan terakhir tetapi setiap kali eksekusi batal dilakukan.

Saat menghadapi rencana eksekusi ketujuh, Arthur tak mengundang keluarganya karena hal ini terlalu menyakitkan bagi semuanya.

Benar saja, rencana eksekusi ketujuhnya juga batal dan kini Arthur menghadapi rencana eksekusi kedelapan yang kemungkinan adalah yang terakhir.

Baca: Polisi Inggris Khawatir, Salman Abedi Siapkan Lebih dari Satu Bom. Dimana Sisanya

Baca: Belangsungkawa dari Singapura untuk Korban Bom Kampung Melayu

Arthur dijadwalkan menjalani eksekusi hukuman mati dengan suntikan maut pada Kamis (25/5/2017) di Alabama, Amerika Serikat.

Hingga berita ini diunggah Kompas.com, belum diketahui apakah eksekusi itu telah dilaksanakan atau Arthur lolos dari maut untuk kedelapan kalinya.

Tommy Arthur dijatuhi hukuman mati pada 1983 dalam kasus pembunuhan yang terus dia bantah.

Baca: KEJADIAN LAGI! Musisi Amerika Serikat Ini Akhiri Hidup dengan Bakar Diri dan Live di Facebook

Sejak saat itu, negara bagian Alabama sudah mengeksekusi 58 orang terpidana mati, kecuali Arthur.

Rencana eksekusi terakhir adalah pada November 2016 dan lagi-lagi eksekusinya dibatalkan pada saat-saat terakhir sebelum dia disuntik mati.

Berulangnya pembatalan eksekusi membuat berang kelompok pendukung dan penentang hukuman mati.

Para penentang menilai terus menerus batalkan eksekusi menjadi sebuah hukuman psikologis tersendiri bagi Arthur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved