Harga Jengkol Terus Meroket, Begini Kata Menteri Perdagangan

Harga jengkol yang terus naik di beberapa pasar tradisional menjadi perhatian bahkan jadi Rp 100 ribu per kilogram.

Harga Jengkol Terus Meroket, Begini Kata Menteri Perdagangan
Istimewa
iLUSTRASI Buah Jengkol 

"Memang tidak lagi musim Jengkol, jadinya berpengaruh ke harga. Itu setahun sekali panennya. Sekarang lagi tidak ada, panen lagi nanti kalau bulan Oktober atau November atau Desember, sama seperti duren, pete, dan lainnya," katanya.

Sebelumnya, Suhartini, salah satu pedagang sayur di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengatakan memang dalam beberapa hari terakhir harga Jengkol tengah alami kenaikan dan pasokan sulit dicari oleh pedagang.

Penyebabnya adalah kelangkaan pasokan Jengkol dari petani kepada para pedagang di berbagai pasar tradisional.

"Wah lagi susah barangnya, harganya mahal juga Rp 90.000 per kilogram," ujarnya kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Senada dengan Suhartini yakni Lastri pedagang sayur di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, mengatakan harga Jengkol tengah naik, yang disebabkan menurunnya pasokan kepada pedagang.

"Ini harganya Rp 70.000 per kilogram, ini saya baru dapat barangnya, memang susah kemarin-kemarin enggak jual sama sekali enggak ada pasokannya," jelasnya.

Menurutnya, para pedagang biasanya membeli Jengkol dari para petani yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, jika pasokan berkurang maka pedagang akan berebut membeli dan harga terkerek naik.

"Ini belinya dari Bogor, memang musiman jadi kadang banyak kadang susah, pembelinya biasanya warung makan, warteg," paparnya. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul : Ketika Pemerintah Tak Kuasa Menahan Laju Harga Jengkol

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved