Nurdin Basirun: Keberagaman Indonesia Adalah Takdir yang Harus Dipelihara
Hari Kebangkitan Pancasila 1 Juni 2017 diperingati secara khidmat di kantor gubernur Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang.
Penulis: Thom Limahekin |
Laporan Thomm Limahekin
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Hari Kebangkitan Pancasila 1 Juni 2017 diperingati secara khidmat di kantor gubernur Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang.
Spanduk berukuran besar bertuliskan "Saya Indonesia Saya Pancasila" terpampang di belakang peserta upacara yang terdiri dari pegawai negeri sipil, TNI dan Polri, pramuka, pelajar, Menwa, anggota Kapal Pemuda Kepri dan Satpol PP.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sebagai inspektur upacara membacakan teks Pancasila secara perlahan-lahan namun tegas, diikuti oleh semua peserta upacara.
Sedangkan ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mendapat tugas membacakan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Nurdin kemudian membacakan pidato Presiden Repbulik Indonesia (RI), Joko Widodo yang berisikan tentang membangun keberagaman hidup berdasarkan empat pilar kebangsaan.
Dia mengatakan, menjaga keberagaman di nusantara yang merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia dan merupakan cerminan menjaga ideologi bangsa yakni Pancasila.
"Sebuah takdir bagi bangsa kita, yakni keberagaman, mulai dari Sabang sampai Marauke, dari Miangas sampai Rote, berbagai etnis, budaya, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk NKRI. Itulah kebhinekaan dan hal itu patut terus dijaga setiap waktu," ujar Nurdin.
Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan yang melalui berbagai proses mulai dari tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno, piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final pancasila pada 18 Agustus 1945 dan tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang hari lahir pancasila yan diperingati setiap tanggal 1 Juni.
"Merupakan cerminan dari jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa dan mempersatukan kita," sambung Nurdin.
Dia melanjutkan, saat ini kebhinekaan sedang di uji dengan datangnya pandangan dan tindakan untuk mengusung ideologi selain Pancasila. Hal itu diperparah dengan penyalahgunaan teknologi dan informasi dengan maraknya penyebaran berita yang tidak benar alias hoax.
"Maka hal itu perlu dicermati lebih dalam lagi, pemahaman kita tentang ideologi Pancasila juga harus terus dipupuk dan ditekankan dengan benar," kata Nurdin.
"Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal ika, kita bisa terhindar dari masalah radikalisme, terorisme. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri," kata Nurdin.
Gubernur Kepri ini mengajak masyarakat ubtuk terus menjaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan diantara semua. Mari bersikap santun, saling menghormati, toleransi dan membantu untuk kepentingan bangsa demi kemajuan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kesaktian-pancasila_20170601_195420.jpg)