Cahaya Ramadan

Indonesia Rumah Kita

Bahkan kata Indonesia adalah ciptaan orang asing yang berkonotasi posisi geografis, bukan nama bangsa.

WIKIPEDIA
Komarudin Hidayat 

Lebih dari itu, Pancasila juga memiliki rujukan atau sumber transendental, sebagaimana tertera dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kebertuhanan merupakan fondasi dan kesadaran awal yang mesti ditanamkan pada warga negara melalui berbagai jalur pendidikan sejak dini, baik di rumah tangga maupun sekolah. Kebertuhanan yang menumbuhkan rasa cinta pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban.

Bukan kebertuhanan yang bersikap eskapis, lari dari kepedulian terhadap agenda kemanusiaan. Bukan kebertuhanan yang anti-kemanusiaan dan peradaban.

Dua nilai universal ketuhanan dan kemanusiaan tersebut hendak ditumbuhkan dalam masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan yang diikat dalam semangat keindonesiaan. Sejak berdirinya Indonesia, sangat disadari akan kemajemukan masyarakatnya sehingga tanpa persatuan yang kuat pasti akan buyar.

Sadar dan setia akan semangat persatuan yang dijiwai oleh nilai kemanusiaan dan keadilan, demokarasi Indonesia senantiasa menjunjung tinggi mekanisme musyawarah yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan, bukan demokrasi yang hanya mengandalkan kemenangan jumlah suara.

Mekanisme dan suasana batin yang penuh hikmah dalam permusyawaratan itulah yang diharapkan akan mampu mendekatkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved