Breaking News:

Teror di Inggris

Ibu Pelaku Serangan London Dukung Sikap Imam London Tak Shalatkan Jenazah Anaknya

Polisi mengatakan, Youssef bersama dua rekannya lainnya tewas ditembak polisi saat melakukan aksi teror di Borough Market, London

AFP/ GABRIELE SCIOTTO
Polisi bersenjata berdiri di dekat terduga pelaku teror di Borough Market, London, Sabtu (3/6/2017). Terduga pelaku tersebut yang terkapar mengenakan rompi dengan sejumlah tabung di dada. 

Pada Selasa (6/6/2017) pagi, anggota kepolisian anti-teror Italia mengetuk pintu kediaman Valeria dan menyampaikan kabar buruk.

Polisi mengatakan, Youssef bersama dua rekannya lainnya tewas ditembak polisi saat melakukan aksi teror di Borough Market, London.

Valeria mengatakan, begitu mendengar kabar itu yang terlintas di kepalanya adalah para korban putranya.

"Saya bisa memahaminya dari tragedi pribadi yang saya alami," kata Valeria.

Baca: Kicauan Donald Trump di Twitter Terkait Teror di London Bikin Marah Netizen. Apa yang Ia Tulis?

"Namun, saya tak berani membandingkan kesedihan saya dengan mereka.

Saya malu mengatakan bahwa saya juga seorang ibu, saya juga menderita," ujar Valeria.

Valeria mendukung keputusan ratusan tokoh Islam di London yang tak mau menshalatkan para pelaku penyerangan.

Youssef Zaghba adalah warga negara Italia yang sejak 2015 tinggal di London tetapi kerap pulang ke kampung halamannya.

Muncul dugaan Youssef sedang terbelit masalah keuangan saat bekerja di sebuah restoran di London.

Halaman
123
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved