Edan! Gara-gara Nanas, Pria Ini Tegas Membunuh Saudara Kembarnya. Begini Kejadiannya!
Edan! Gara-gara Nanas, Pria Ini Tegas Membunuh Saudara Kembarnya. Begini Kejadiannya!
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU-Kepolisian Sektor Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, menangkap seorang remaja laki-laki yang menjadi tersangka pembunuhan berencana terhadap saudara kembarnya sendiri.
Baca: Peringatan BMKG, Waspadai Hujan Lebat Berpetir di Karimun. Ini Pemicunya!
Baca: Inilah Fakta Mengejutkan di Balik Rampok Sadis Daan Mogot! Polisi Tembak Mati Sang Wakil Eksekutor!
Baca: NEWSVIDEO: Sponsor Banjir Promo, Acara Berlangsung Meriah, Pengunjung Puas! Ini Videonya
"Dipastikan bahwa laki laki yang diamankan tersebut adalah tersangka pelaku pembunuhan berencana terhadap abangnya. Tersangka diamankan di Polsek Kandis," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Minggu.
Polisi melakukan penangkapan pada Sabtu sore (17/6) terhadap RMS (22) dengan korban abang kembarnya RDS (22).
Tersangka pelaku pembunuhan itu ditangkap di Pabrik Kelapa Sawit PT. SSA KM 16 Libo Jaya, Kandis, usai melakukan pembunuhan pada Sabtu dini hari di rumahnya di Kampung/Desa Libo Jaya.
Awalnya pada Jumat (16/6) terjadi keributan dan perkelahian fisik antara tersangka dan korban.
Perkelahian tersebut terjadi di teras depan rumah milik orangtua keduanya yang sempat dilerai oleh ibunya dan tetangga.
Perkelahian tersebut terjadi karena diduga korban tidak terima tersangka memakan satu potong nenas milik korban.
Setelah perkelahian tersebut dilerai, tersangka pergi meninggalkan rumah dan kembali ke rumah malam itu pukul 00.00 WIB.
Pada saat kembali ke rumah, pintu rumah dibukakan oleh ayahnya yang kemudian tidur.
Ketika melihat abang tersangka sudah tertidur pulas di ruang tamu, muncullah niat tersangka untuk membunuh korban.
Guntur mengatakan tersangka lalu pergi mengambil pisau sepanjang 30 centimeter bergagang besi, semuanya warna perak.
Pisau itu sengaja disembunyikan tersangka di tumpukan karung goni belakang rumah yang telah dibeli satu minggu lalu dari penjual barang harian keliling.