Rebut Senjata Petugas, Begini Kronologis Polisi Tembak Mati Kapten Perampok Davidson

Ia hendak melakukan perlawanan. Bahkan, berusaha merebut senjata api dari tangan aparat.

Rebut Senjata Petugas, Begini Kronologis Polisi Tembak Mati Kapten Perampok Davidson
KOMPAS.com /ANDRI DONNAL PUTERA
Tempat perampokan dan penembakan terhadap Davidson Tantono (30) di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat, tengah dibersihkan pada Jumat (9/6/2017) malam. Davidson dirampok sekelompok orang dan ditembak di kepala hingga tewas 

Baca: Selama Jabat Gubernur, Segini Uang Operasional Djarot Tiap Bulan

Baca: ASYIK. Bayar Tol Gunakan e-Money Dapat Diskon 10 Persen

Baca: Posko Pengaduan Angket KPK Diresmikan, Catat Lokasinya

Polisi langsung membawa SFL ke Rumah Sakit Dokter Soetomo di Surabaya.
"Jadi, tersangka yang SFL ini, langsung kita bawa Rumah Sakit Dokter Sutomo, dan sampai di Rumah Sakit meninggal. Sekarang, kita lakukan autopsi," kata Argo.

Komplotan perampok Davidson termasuk dalam jaringan penjahat di Lampung. Dua bulan terakhir beraksi, mereka merampok uang dengan total Rp1.181.800.000,00.
Komplotan tersebut melancarkan aksinya di 23 lokasi berbeda. Secara sistematis mengincar korban dengan modus menggembosi ban kendaraan.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Priyono menyebut, komplotan itu, berasal dari desa yang sama di Lampung.

"Saling kenal, dan kebanyakan satu desa, satu kampung. Mulai rampok dari April," ujar Aris saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (18/6/2017).

Berdasarkan catatan kepolisian, sejak April 2017-Juni 2017, komplotan ini sudah malang melintang melakukan aksinya di lintas provinsi.

Komplotan ini memang dikenal sadis dan kerap melukai para korbannya. Tidak tanggung-tanggung, setiap kali beraksi komplotan ini bisa membawa hasil puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Seperti saat merampok di T‎angerang, komplotan ini mengantongi uang Rp 60 juta, di Cidahu Rp 60 juta, Cirebon Rp 10 juta, Rawa Buaya Rp 40 juta, Pesing, Jakarta Barat Rp 80 juta, dan Bekasi Rp 800 ribu.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved