Penerimaan Siswa Baru
Diprotes Ratusan Orangtua Siswa, Ini Jawaban SMKN 7 Batam
Pihak sekolah mengatakan, sesuai aturan, penerimaan untuk bina lingkungan hanya 10 persen. Selebihnya, jalur prestasi dan keluarga tak mampu.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - SMKN 7 Batam diprotes oleh orangtua siswa karena dinilai tidak menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru.
Namun, pihak sekolah mengatakan, sesuai aturan, penerimaan untuk bina lingkungan hanya 10 persen. Selebihnya, jalur prestasi dan keluarga tak mampu.
"Kuota 10 persen ini sudah kami berikan. Hanya saja tidak terakomodir semua karena memang terbatas penerimaannya," jelas Wakil Kepsek Bidang Kurikulum SMK Negeri 7 Batam Soleha Nurul Bariyah.
Soleha menambahkan, sebelumnya SMKN 7 hanya menampung tujuh ruang kelas dengan jumlah siswa per kelas 36 orang.
Untuk mengakomodir banyaknya calon siswa, dari semula 36 siswa, sekolah kemudian menggenapkan 40 siswa per kelas.
Baca: BREAKINGNEWS. Giliran SMKN 7 Diprotes Ratusan Warga. Ini Sebabnya
Baca: SMKN 7 Batam Diprotes Karena Ingkar Janji: Mereka yang Bilang Tak Usah Daftar ke Sekolah Lain
Soleha mengatakan, pihaknya akan merapatkan lagi dengan unsur pimpinan dan Dinas Pendidikan untuk mencarikan solusinya.
Apakah akan ditambah ruang kelas ataui bagaimana.
"Kami belum bisa jawab sekarang," katanya.
Soleha juga menepis tudingan yang beredar bahwa pihak sekolah bermain dalam penerimaan siswa baru tahun ini.
Soleha mengatakan, semuanya dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Penerimaan siswa berdasarkan sistem ranking.
Begitu juga untuk bina lingkungan, juga harus dirangking karena banyak yang mendaftar.
"Calon siswa yang kami umumkan lulus itu ada nilainya. Lihat saja," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/smkn-7_20170713_192034.jpg)