Heboh! Surat Bos Indosat ke Menteri Soal Perang Tarif Internet Bocor, Ini Curhatnya!

Heboh! Surat Bos Indosat ke Menteri Soal Perang Tarif Internet Bocor, Ini Curhatnya!

Heboh! Surat Bos Indosat ke Menteri Soal Perang Tarif Internet Bocor, Ini Curhatnya!
intisarionline
Ilustrasi 

Pengawasan dan sanksi

Kami mengusulkan agar pengawasan terhadap tarif batas bawah dilakukan secara ex-post dan dilakukan periodik setiap kuartal. Operator diwajibkan untuk menghitung yield data (total pendapatan data dibagi dengan total trafik data) selama satu kuartal dan melaporkannya kepada BRTI. Model pengawasan sederhana seperti ini akan memudahkan pengawasan mengingat skema tarif layanan data yang diterapkan operator sangat beragam.

Sanksi diberikan kepada operator yang tidak mematuhi aturan tarif batas bawah dalam bentuk peringatan, pengenaan denda, pengurangan hak untuk melakukan promosi, sampai pada larangan melakukan promosi.

Dengan adanya aturan batas bawah, maka yield operator akan membaik. Dampaknya adalah perbaikan kinerja operator yang juga akan meningkatkan pendapatan negara dalam bentuk pendapatan pajak maupun bukan pajak (BHP Telelekomunikasi dan kontribusi USO). Dan yang terpenting adalah terjaganya keberlangsungan layanan bagi masyarakat.

Besar harapan kami agar ke depan, persaingan industri telekomunikasi akan semakin sehat sehingga pada akhirnya industri dapat terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara Republik Indonesia. Kami siap untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai usulan ini pada kesempatan pertama.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.

Direktur Utama
Alexander Rusli

Tembusan
Yth. Menteri Koordinator Perekonomian
Yth. Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha
Yth. Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia

Surat tersebut kemudian bocor ke publik pada minggu ini, dan menjadi perbincangan di tengah pelaku industri telekomunikasi. Bagaimana tanggapan Indosat Ooredoo akan hal ini, bagaimana keabsahan surat tersebut?

Surat asli

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved