Rabu, 8 April 2026

Anak-anak Kepri Serahkan 11 Suara Hati Mereka pada Gubernur Nurdin. Ini Isi Hati Mereka

Gubernur Kepri Nurdin Basirun begitu menerima surat itu dari perwakilan anak langsung membaca poin-poin suara hati anak Kepri dengan serius.

Penulis: Thom Limahekin |
Humas Pemprov Kepri
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berfoto bersama anak-anak yang mengikuti puncak peringatan Haria Anak Nasional kepri dan Kota Batam, Kamis (3/8/2017). 

Laporan Thomm Limahekin 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Salah satu agenda penting dalam peringatan puncak Hari Anak Nasional 2017 adalah pembacaan Suara Anak Hati  Indonesia.

Untuk Kepri ada 11 poin suara hati anak Kepri yang dibacakan dan langsung  diserahkan kepada  Gubernur Kepri.

Kesebelas suara hati anak Kepri tersebut merupakan pesan penting dari seluruh anak Kepri untuk pemerintahnya. Pembacaan diwakili oleh FAKB dan FORARI. 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun begitu menerima surat itu dari perwakilan anak  langsung membaca poin-poin suara hati anak Kepri dengan serius. 

Dalam sambutannya Nurdin mengungkapkan kebanggaannya pada anak Kepri.

Dengan usia yang masih muda sudah bisa merumuskan pemikiran dalam menyikapi nasib anak-anak kepri yang perlu mendapat perhatian. 

"Saya bangga dengan anak-anak Kepri yang cerdas dan tangguh-tangguh. Selain itu, saya berpesan, kecerdasan anak-anak kita ini harus diiringi dengan pendidikan agama yang baik. Sehingga anak-anak kita memang benar-benar siap menghadapi perkembangan dunia yang makin hari juga makin tak terbendung," pesan Nurdin. 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menerima suara hati anak Kepri saat peringatan Hari Anak Nasional Kepri dan Kota Batam, Kamis (3/8/2017).
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menerima suara hati anak Kepri saat peringatan Hari Anak Nasional Kepri dan Kota Batam, Kamis (3/8/2017). (Humas Pemprov Kepri)

Ini dia 11 butir suara hati anak Kepri:

1. Tingkatkan akses pelayanan pembuatan akte dan kartu identitas anak, khususnya di daerah hinterland.

2. Tingkatkan peran Forum Anak dalam pembangunan Provinsi Kepri.

3. Libatkan tokoh masyarakat dalam implementasi pendewasaan usia perkawinan.

4. Tumbuhkan pola asuh ramah anak dalam keluarga dan masyarakat. 

5. Tingkatkan pengendalian terhadap peredaran narkotika dan psikoprotika serta lindungi anak dari iklan, promosi, sponsor,dan asap rokok.

6. Tingkatkan fasilitas kesehatan ramah anak dan perbaikan gizi buruk pada anak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved