Breaking News:

KONTRAS: Novel Akan Koorperatif Diperiksa Polisi di Singapura, Meski Ada Hal yang Tak Biasa

"Novel Baswedan sangat kooperatif untuk diperiksa oleh kepolisian," ujar Yati melalui keterangan tertulis, Senin

Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNNEWS.com/IST
Novel Baswedan 

Ketiga, Yati menyebut pemeriksaan Novel tidak didahului dengan meminta izin dari dokter yang merawat Novel.

Ia mengatakan, kesehatan Novel masih dalam pengawasan dokter dan masih mengalami sejumlah gangguan akibat siraman air keras.

Pada 17 Agustus 2017 mendatang, Novel akan menjalani operasi besar untuk mata kirinya yang rusak parah.

Yati mengatakan, itikad baik Novel untuk bersedia diperiksa polisi menunjukkan bahwa tuduhan Novel tidak kooperatif dan menghambat jalannya penyidikan, tidak berdasar.

Beberapa kali kepolisian menyatakan bahwa mereka terhambat untuk memeriksa Novel.

Baca: HUKUM KARMA? Kabur Usai Bunuh Istri dan Anak Tirinya, Pria Ini Tewas Ditabrak Truk Tanki Gas

Baca: SADIS! Wanita Ini Gantung Anaknya Beberapa Detik, Agar Suaminya Jemput dan Rawat Si Anak

"Padahal prosedur untuk pemeriksaan belum pernah ditempuh dan terlebih sebelumnya di rumah sakit Novel juga sudah menceritakan kronologis dan informasi terkait peristiwa penyerangan kepada kepolisian," kata Yati.

Terlepas dari itu, tim advokasi Novel Baswedan meragukan langkah serius Polri dan masih menyangsikan kemampuan penyidik mengungkap pelakunya.

Hal tersebut terlihat dari babyakna kejanggalan seperti menghilangnya sidik jari pelaku dari cangkir, pemeriksaan orang yang disuga kuat oelaku namun dilepaskan, dan sebagainya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved