MOTION
Cerita Black and White Magic Kota Batam Ikut Acara Got Talent dan Diajak Pesulap Tersohor
"Semua itu bermula dari hobi saja. Dan akhirnya terus kita kembangkan. Kita senang bisa berbagi kepada mereka yang mau belajar,"kata Rina
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - BERAWAL dari hobi, komunitas Black and White Magic Kota Batam akhirnya mulai mempunyai nama besar di Provinsi Kepri, bahkan sampai ke tingkat nasional.
Tak heran, banyak acara-acara besar, komunitas sulap ini sering diundang untuk memeriahkan kegiatan.
Rina Siagian, Manager Komunitas Black and White Magic bahkan sudah menembus ke kancah persulapan nasional. Selain itu, satu diantara anggota Black and White Magic yakni Rio Wijaya pernah diundang dalam acara Indonesia Got Talent di Jakarta.
Rina menceritakan, komunitas yang dipegangnya ini sudah dibentuk mulai 2008 silam. Sehingga, selama kurang lebih sembilan tahun merintis, adalah wajar jika saat ini nama komunitas tersebut mulai dikenal banyak orang.
Baca: Pernah Makan Nasi Bancakan? Begini Lho Keseruannya
Baca: Ibu-ibu Rumah Tangga Ini Impikan Tembesi Pos sebagai Kampung Rajut di Batam
Baca: Aksi Sosial dengan Musik? Yuk Intip Kegiatan Indonesia Basist Family Tanjungpinang Ini
"Komunitas ini kita bentuk pada pertengahan 2008 lalu. Sekarang kita sudah mulai dikenal dan banyak acara besar yang kita isi,"kata Rina kepada Tribu beberapa waktu lalu.
Ia bercerita, di tengah-tengah kesibukan para anggota komunitas bekerja di sektor formal, mereka tetap menyempatkan diri untuk berkumpul dan berbagi ilmu. Dari ajang silaturahmi sesama anggota tersebut, sering tercipta trik-trik sulap yang baru untuk ragam sulap yang ditampilkan.
“Untuk pesulap, kita juga punya kode etik yaitu tidak boleh memainkan trik sulap berulangulang di sebuah acara,"ungkapnya.
Saat ini, setidaknya ada sembilan pesulap Batam yang tergabung dalam komunitas Black and White Magic.
Baca: Nyangkut di Mata Pancing, Warga Temukan Benda Berbentuk Geranat
Baca: ALAMAK! Kantor KPUD Nias Digembok Pemko Gunungsitoli. Empat Komisioner Terkurung di Dalam
Selain kegiatan rutin berkumpul bersama anggota dan mengisi even-even panggung, komunitas ini juga membuka kelas untuk mengajarkan sulap ke anak-anak.
Pengajaran itu mereka lakukan di beberapa sekolah yang ada di Kota Batam.
"Semua itu bermula dari hobi saja. Dan akhirnya terus kita kembangkan. Kita senang bisa berbagi kepada mereka yang mau belajar,"kata Rina.
Yang menjadi kebanggaan anggota komunitas ini adalah ketika ada pesulap tersohor Indonesia datang ke Batam, maka mereka selalu dicari untuk melakukan pertunjukan memeriahkan acara.
"Beberapa waktu lalu, Mr Limbat datang dan mencari kita. Ada juga Demian dan Ilusionis Romy Rafael yang datang dan juga mencari kita,"ungkapnya. (koe)
Baca: Taksi Online Boleh Beroperasi di Batam? Amsakar Perintahkan Yusfa Urus Soal Ini
Baca: Kamis Dinihari Nanti Diundi. Inilah Daftar Unggulan Klub Liga Champions. Dimana Posisi Jagoan Anda?
Ikut Indonesia Got Talent
Rio Wijaya, Ketua Komunitas Black and White Magic yang pernah mengikuti acara Indonesia Got Talent di Jakarta mengaku banyak belajar dari acara tersebut.
"Pengalaman bisa berdiri disana itu sangat luar bisa. Tidak semua orang bisa bermain didepan juri-juri handal," tegasnya.
Keberadaan dirinya di Indonesia Got Talent, diakui Rio, tidak terlepas dari semua dukungan anggota komunitas Black and White Magic Kota Batam.
Ia mengaku sangat bersyukur bisa tergabung di dalam komunitas tersebut.
"Pengalaman dan semua ini berkat dukungan teman-teman juga. Saya bangga bisa bergabung di komunitas ini," tegasnya. (koe)
Dikotrak Kapal Pesiar
KIPRAH komunitas Black and White Magic Batam tidak terlepas dari kerja keras setiap anggota yang ada di dalamnya.
Tak heran, saat ini mereka sudah mempunyai kontrak pertunjukan di kapal pesiar yang beroperasi di kawasan Jembatan 2 Barelang.
Rina Siagian, Manager Black and White Magic Batam mengatakan, kontrak tersebut langsung diminta untuk masa dua tahun.
"Berkat kerja keras kami. Kami dipercaya main sulap di atas kapal pesiar. Ini menambah pengalaman sendiri bagi kami," sebutnya.
Rina menceritakan, tidaklah mudah untuk menembus kontrak di kapal pesiar tersebut karena selama ini mereka banyak mengisi acara di hotel-hotel dan perusahaan-perusahaan.
"Mereka (manajemen kapal pesiar) meminta kami main sekali di sana. Mereka suka dengan penampilan kami dan akhirnya kami dikontrak. Menariknya, kontrak itu selama dua tahun," sebut Rina.
Ia mengingatkan kepada gernerasi muda yang ada di Batam agar selalu melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk mengisi waktu luang.
Sebab, kegiatan itu bisa mendatangkan rezeki dan prestasi.
"Dari pada kita hidup gak jelas, pakai narkoba mendingan harimu diisi dengan kegiatan positif, termasuk sulap," tegasnya. (koe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/harumkan-nama-batamn-lewat-magic_20170823_141119.jpg)